Titik Awal Gowes Sultra Cycling Community
- 25 Jun 2025 09:04 WIB
- Kendari
KBRN,Kendari: Awal 2017, Deddy Amrand bersama pak Ansor dan pak Yulius memulai gowes bareng tipis-tipis. Semua masih pakai MTB. Jaraknya dekat, paling jauh Kendari Beach.
Lalu joinlah seorang dosen dan dua mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Halu Oleo (UHO). Deddy Amrand bersama rekan-rekanya sempat gowes sampai di pelabuhan rakyat kota lama, yang saat itu jarak terjauh ditempuh.
Pada Agustus 2017 sampai Mei 2021, Deddy Amrand ke Orlando, Florida untuk lanjut studi. Menurut Dedy, Gowes di Amrik tetap rutin dari rumah ke kampus, ke supermarket.
“Pokoknya kemana-mana saya bersepeda, apalagi di kota-kota Amerika banyak track khusus untuk jogging dan sepedaan. Di Orlando, track terpanjang sampai 40 km, dari ujung ke ujung,” ujar kepala UPT Bahasa Universitas Halu Oleo ini.
Pertengahan 2021, Deddy Amrand balik ke Indonesia. Saat Covid sudah mereda, sehingga gowes pun gobar lagi.
“Saya, pak Yulius, pak Ansor dan kali ini pak Nico ikut. Komunitas kecil saat itu kami namakan KGB atau Kendari Gowes Brothers,” ucap Dosen bahasa Inggris di UHO ini.
Masih dengan menggunakan MTB (Mountain Bike) atau Sepeda Gunung, Deddy dan komunitas kecilnya rutin bersepeda tiap akhir pekan. Jaraknya mulai jauh yakni ke Bandara Halu Oleo, Kebun Raya Nanga-nanga Andonohu, Nanga-Nanga- Brimob dan Cialam Jaya Konda.
“Tak lama kemudian, ibu Rahma juga join dengan sepeda urbannya (foto: yang ada keranjang depannya). KGB pun di-extend menjadi KGBS atau Kendari Gowes Brothers & Sister,” cerita Deddy.
KGBS makin rutin gowes bareng (Gobar). Sesekali pak Kadidae dan Falman dari UHO turut serta. Dari pertengahan sampai akhir 2023, anggota komunitas membuat arisan beli roadbike atau sepeda Balap.
“Arisan ini dimulai pak Nico, lalu Ansor dan Yulius, terakhir saya dan bu Rahma,” cetus Deddy.

Setelah itu, Anggota Komunitas pun rajin mengikuti even fun bike, khususnya di 2023, diantaranya Anjungan Teluk Kendari yang dikoordinir pak Agung, Fun bike Walikota, Fun bike Terminal Puwatu dan Toronipa Fun Bike.
“Akhir tahun 2023, ketika saya dan bu Rahma gowes ke JTK, tidak sengaja ketemu pak Ansor yang sedang gowes dengan tiga orang yang belum kami kenal yakni pak Ridwan Badallah (Kadis Kominfo Provinsi Sultra), pak Akrim, pak Agung,” papar Deddy.
“Kami pun gowes bersama dan finish di Kopi Haji Anto. Sambil menikmati songkolo dan STMJ traktiran pak Ridwan. Kami ngobrol santai, lalu sepakat untuk melebur dalam komunitas sepeda bernama Gowes Sultra,” lanjutnya.
Sejak itu, anggota Gowes Sultra kian rutin gobar dengan peserta yang terus bertambah menjadi hampir 10 orang. Anggota Gowes Sultra sempat mengikuti gowes Merah Putih Bandara Halu Oleo.
“Disitu ternyata ada pak Ryan dan Pak Sarmin yang belum kami kenal waktu itu. Tapi di akhir kegiatan, kami berjanji untuk gowes bareng pak Sarmin suatu saat nanti,” kenang Deddy kepada RRI.
Sejak awal 2025, semakin banyak pencinta sepeda yang bergabung dalam komunitas sepeda balap, yang sekarang bernama Gowes Sultra Cycling Community (GSCC).
“Yang termasuk duluan join adalah pak Ichal, pak Syamsul dan pak Ahmad. Kami ketemu pak Jonny dan Riski saat gobar Polygon, langsung masuk group,” katanya.
Kepala Dinas Kominfo Sultra Ridwan Badallah, pun aktif mengundang gabung ke Gowes Sultra bersama beberapa figur penting lainya seperti Iwan Martono (Kepala LPP RRI Kendari), Sugeng (Kepala BMKG Kendari), Sarmin (mantan Kabandara HO), Abdillah (Kepala JR) sudah pindah ke Kalsel), Ryan (GM Garuda Indonesia) dan Risky (Wakil Direktur BTN).
“Selanjutnya lewat pak Iwan kepala RRI Kendari juga banyak bergabung orang-orang penting lainnya, seperti Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sultra, Kepala BSI Sultra, Kepala Perwakilan BI Sultra, pejabat utama di Polda Sultra,” jelas Deddy.
Seiring berjalannya waktu, goweser yang join ke WA Group GSCC terus bertambah. “Fery join setelah melihat postingan gobar Komunitas di IG saya. Fery kemudian mengajak Akbar. Pak Rambo diendorse pak Syamsul,” tambahnya.
“Kemudian Pak Harsum dan Pak Ruli datang pertama kali bersama pak Iwan. Pak Didik "ditemukan" pak Ridwan di Masjid Al-Alam. Pak Yazid dan Bu Indah join setelah dapat sepeda lipat. Pak Zayn dan Suharno bergabung saat pertama ke Boro-boro. Pak Ismail, Pak Salam, pak Ingky, pak Sarman ikut gobar pertama kali waktu ke Lanud HO,” terang Deddy.
Hingga hari ini, dari 69 member yang tercatat di WA Group, ada sebanyak 35 goweser aktif ikut gobar mingguan GSCC, dengan new member aktif yakni pak Adrian, pak Husriadi, pak Rizal Rani, pak Adi Jaya, pak Angga, pak Agung Mukti, pak Abidin, pak Herry, dan pak Isra.
“Kami menunggu partisipasi member lain yang sudah ada di WA Group. Juga mengajak teman-teman untuk gabung berolahraga gembira, sambil menjalin silaturahmi,” imbuhnya.
Anggota Komunitas GSCC juga optimis akan semakin berkembang positif dan menjadi wadah pencinta dua pedal di Kota Kendari untuk berolahraga, berekreasi dan memperluas persaudaraan.
“Tag line GSCC adalah "Bergerak Sehat untuk Sultra Hebat" Kalau kita sehat, kita bisa bekerja dan berbuat yang lebih maksimal untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan dan masyarakat luas,” tutup Deddy Amrand.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....