Jalan yang Dibuat untuk Hewan
- 04 Okt 2026 20:14 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Jalan raya biasanya dibangun untuk mempercepat perjalanan manusia. Namun di sejumlah negara, ketika jalan memotong jalur hidup satwa, justru dibuatkan jalan lain agar hewan tetap bisa lewat tanpa harus berhadapan dengan kendaraan.
Di Christmas Island, Australia, misalnya, jutaan kepiting merah melakukan perjalanan tahunan dari hutan menuju pantai untuk berkembang biak. Ketika jalur migrasi mereka bersinggungan dengan jalan, pengelola taman nasional memasang penghalang sementara, menutup sejumlah ruas jalan, serta menyediakan terowongan dan jembatan khusus agar kepiting dapat menyeberang dengan aman. Parks Australia bahkan mencatat adanya jaringan crab crossings yang sengaja dibuat mengikuti jalur migrasi tersebut.
Ukurannya memang kecil, tetapi persoalannya sama dengan yang dihadapi hewan-hewan besar di tempat lain, yaitu jalan manusia telah memotong habitat mereka. Di Swiss, masalah serupa terjadi pada katak, kodok, dan salamander yang setiap musim harus bergerak menuju tempat berkembang biak; ketika rutenya berpotongan dengan jalan, sebagian wilayah menggunakan terowongan kecil, pagar pengarah, penutupan jalan sementara, bahkan melibatkan relawan untuk membantu hewan-hewan tersebut menyeberang. Pemerintah Swiss mencatat ratusan titik kritis migrasi amfibi di jaringan jalan negara itu.
Di Kanada, skalanya menjadi jauh lebih besar. Di Banff National Park, jalan Trans-Canada Highway membelah habitat pegunungan yang digunakan berbagai satwa untuk mencari makanan, pasangan, maupun tempat berlindung, sehingga dibangun puluhan wildlife crossings berupa jembatan dan terowongan yang menghubungkan kembali kedua sisi habitat. Hingga kini kawasan tersebut memiliki 44 struktur penyeberangan satwa, terdiri dari enam jembatan dan 38 terowongan, disertai pagar sepanjang sekitar 82 kilometer untuk mengarahkan satwa menuju jalur yang aman.
Menariknya, konsep ini tidak berarti semua hewan harus menggunakan bentuk penyeberangan yang sama. Hewan besar membutuhkan ruang yang berbeda dengan katak atau salamander, sementara spesies tertentu bahkan lebih nyaman menggunakan terowongan daripada jembatan terbuka. Kajian global yang diterbitkan dalam Journal of Applied Ecology pada 2024 terhadap 313 studi menunjukkan bahwa struktur penyeberangan memang dapat membantu mempertahankan pergerakan satwa melintasi jalan, tetapi desain dan penempatannya perlu disesuaikan dengan jenis hewan dan kondisi habitat.
Pada akhirnya, jembatan kepiting, terowongan amfibi, hingga jembatan hijau di tengah jalan raya sebenarnya memiliki gagasan yang sama, yaitu manusia tidak selalu harus menjadi satu-satunya pengguna ruang. Ketika sebuah jalan dibangun melewati habitat yang sudah lebih dulu menjadi rumah bagi satwa, sedikit perubahan pada cara kita merancang infrastruktur bisa menentukan apakah perjalanan mereka berakhir di seberang jalan atau justru di bawah roda kendaraan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....