Warga Kalbar Ubah Hobi Foto Satwa Jadi Sumber Penghasilan

  • 21 Sep 2026 14:19 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Sejumlah warga di Kalimantan Barat kini masuk ke hutan bukan untuk berburu satwa, melainkan mencari dan mendokumentasikan keberadaan hewan liar. Foto dan rekaman suara yang mereka hasilkan bahkan dapat memberikan tambahan penghasilan.

Dari laman resmi informasi konservasi hutan afp.com, program yang dijalankan Borneo Futures tersebut melibatkan warga dari sembilan desa. Mereka mengirimkan dokumentasi satwa yang ditemukan untuk kemudian diverifikasi dan mendapatkan insentif sesuai jenis satwa. AFP melaporkan, nilainya berkisar dari sekitar Rp5.000 untuk burung umum hingga Rp130.000 untuk orangutan.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi. Lebih dari 350 ribu observasi satwa telah dikirimkan, dengan sekitar separuhnya telah divalidasi dan dibayarkan. Data tersebut digunakan untuk membantu memantau keberadaan dan perubahan populasi satwa liar di wilayah tersebut.

Dampaknya turut terlihat dalam upaya konservasi. Menurut laporan AFP, dua desa peserta secara sukarela mulai menerapkan larangan berburu sejak program berjalan. Skema ini mendorong masyarakat melihat satwa liar sebagai sumber manfaat ketika dijaga dan didokumentasikan, bukan ketika ditangkap.

Program tersebut menunjukkan bahwa upaya konservasi dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Warga memperoleh penghasilan, sementara dokumentasi yang dikumpulkan membantu menyediakan data mengenai keberadaan satwa liar di habitatnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....