'Wayase Seka': Lirik dan Makna Lagu Novia Bachmid, Toton & Jacson

  • 27 Agt 2026 10:37 WIB
  •  Kendari
Poin Utama
  • Lagu "WAYASE SEKA" hasil kolaborasi Novia Bachmid, Toton Caribo, dan Jacson Zeran sukses menembus jajaran trending musik di YouTube.
  • Mengusung perpaduan musik pop modern dan irama khas Indonesia Timur yang energik.
  • Lirik lagu menceritakan kisah perjuangan serta rasa rindu anak rantau untuk kembali ke kampung halaman (basudara).
RRI.CO.ID, Kendari - Industri musik Indonesia kembali diwarnai oleh karya bernuansa kebudayaan lokal yang memikat perhatian publik. Lagu terbaru bertajuk "Wayase Seka" hasil kolaborasi lintas musisi antara Novia Bachmid, Toton Caribo, dan Jacson Zeran berhasil menembus jajaran trending di platform YouTube musik Indonesia.
Karya yang dirilis di bawah naungan label HITS Records ini memadukan kekuatan vokal pop yang bertenaga dengan sentuhan ritme khas Indonesia Timur yang energik. Perpaduan harmonis tersebut sukses menyedot puluhan ribu penikmat musik hanya dalam kurun waktu singkat sejak peluncuran resminya pada Rabu, 26 September 2026.


Lagu "Wayase Seka" sendiri mengusung makna mendalam tentang dinamika kehidupan perantau asal Indonesia Timur. Liriknya menggambarkan perjuangan seseorang yang harus bekerja keras membanting tulang di tanah orang, sembari menyimpan rasa rindu yang mendalam untuk segera pulang dan berkumpul kembali bersama keluarga serta para sahabat di kampung halaman.


Bagi para penikmat musik tanah air, berikut adalah lirik lagu "Wayase Seka" beserta serangkaian makna utama yang terkandung di dalamnya:


Lirik Lagu "Wayase Seka"
(Verse 1)
Su jauh ale gunung dan tanjung takele
Hati ini rindu bale kumpul basudara
Rame lati marantau banting tulang kerja di tanah orang
Fokus mencari uang tunggu nanti beta pulang
Kumpul basudara Timur tong tenda
(Chorus)
Wayah sika sik tan yang jauh
Mari dika adik kak rasa sayang
Gandong tong pulang negeri panggil
Aduh aduh beta rindu negeri seribu pulau
Malam baik memanggil-panggil orang balik


(Bridge)
Ombak putih-putih datang dari laut
Sensor putih tanah Timur sudah jauh
Hati ini rindu sudah jauh-jauh
Kumpul ramai-ramai ikut orang punya mau
Wayase seka satu kali la kumpul ramai-ramai
(Verse 2)
Sio datang rapat beta baku kele
Hidup saudara kalau ada waktu pulang
Dolok pergi main di pantai habis itu molikin colo-colo
Tanpa putar lagu joget sampai lombong
Mama e beta pulange di kampunge sayange
Lagu ini merefleksikan realitas kehidupan masyarakat perantau yang harus meninggalkan kampung halaman demi mencari nafkah. Fokus utama dari perjuangan di tanah orang adalah demi meraih kesejahteraan yang kelak dapat dibawa pulang ke tanah kelahiran. Ungkapan rindu terhadap alam Indonesia Timur seperti pantai, kuliner khas colo-colo, hingga tradisi berkumpul dan menari bersama menjadi pesan sentral dalam setiap baitnya. Lagu ini mengingatkan bahwa sejauh mana pun seseorang melangkah, kehangatan persaudaraan di tanah asal tidak akan pernah tergantikan. Lewat frasa khas dan nada ajakan untuk pulang, lagu ini menegaskan nilai persaudaraan (basudara) yang sangat erat. Kolaborasi musik ini menjadi ajakan hangat bagi para perantau untuk tidak melupakan akar budaya dan selalu meluangkan waktu kembali ke negeri asal.

Pada akhirnya, "Wayase Seka" bukan sekadar lagu hiburan berirama cepat, melainkan sebuah manifestasi kerinduan dan perayaan budaya yang berhasil menyatukan perasaan para perantau Indonesia Timur di mana pun berada.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....