Pohon Dapat Berkomunikasi Secara Alami

  • 24 Agt 2026 23:12 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pohon sering dianggap sebagai makhluk hidup yang diam dan tidak banyak berinteraksi dengan lingkungannya. Namun, penelitian dalam bidang ekologi menunjukkan bahwa tanaman dapat mengirim dan menerima berbagai sinyal kimia serta menggunakan jaringan bawah tanah untuk berinteraksi dengan organisme lain.

Meski demikian, istilah “pohon berkomunikasi” perlu dipahami dengan tepat. Pohon tidak berbicara seperti manusia atau hewan. Komunikasi pada tumbuhan berlangsung melalui sinyal kimia, senyawa volatil, jaringan akar, dan hubungan dengan mikroorganisme di dalam tanah.

Salah satu mekanisme yang telah banyak diteliti adalah pelepasan senyawa organik volatil (volatile organic compounds atau VOCs).

Ketika daun mengalami serangan serangga, kerusakan, atau tekanan lingkungan tertentu, tanaman dapat melepaskan senyawa kimia ke udara. Senyawa tersebut dapat memengaruhi tanaman lain di sekitarnya dan membantu mereka mempersiapkan respons terhadap ancaman.

Dengan kata lain, sebuah tanaman yang mengalami gangguan dapat memberikan semacam sinyal kimia kepada lingkungan di sekitarnya.

Interaksi tumbuhan juga dapat terjadi di bawah permukaan tanah. Akar tanaman berhubungan erat dengan berbagai organisme tanah, termasuk jamur mikoriza.

Jamur mikoriza dapat membentuk hubungan simbiosis dengan akar tanaman. Jaringan hifa jamur yang sangat halus dapat menghubungkan akar dengan lingkungan tanah yang lebih luas dan membantu pertukaran nutrisi.

Penelitian menunjukkan bahwa jaringan mikoriza dapat berperan dalam perpindahan senyawa dan sinyal antara tanaman. Karena itulah fenomena ini terkadang dijuluki “wood wide web”.

Namun, istilah tersebut merupakan perumpamaan dan bukan berarti hutan memiliki jaringan internet seperti manusia.

Tidak tepat jika dikatakan bahwa pohon berbicara atau berkomunikasi dengan kesadaran seperti manusia.

Para ilmuwan lebih memilih istilah seperti sinyal kimia, interaksi antartanaman, dan jaringan mikoriza. Mekanisme tersebut merupakan bagian dari proses biologis yang membantu tanaman merespons lingkungan.

Sebagai contoh, ketika tanaman diserang herbivora, perubahan kimia dalam tubuhnya dapat memicu produksi senyawa tertentu. Sinyal tersebut juga dapat memengaruhi tanaman lain atau menarik organisme yang menjadi musuh alami herbivora.

Salah satu bagian paling menarik dari fenomena ini adalah hubungan antara pohon dan jamur.

Jamur mikoriza mendapatkan karbon dari tanaman, sementara tanaman dapat memperoleh bantuan dalam menyerap air dan mineral dari tanah. Hubungan tersebut merupakan contoh simbiosis yang sangat penting bagi ekosistem.

Jaringan jamur yang luas juga dapat menghubungkan akar berbagai tanaman. Namun, para ilmuwan masih terus meneliti seberapa besar peran jaringan tersebut dalam komunikasi dan perpindahan sumber daya di ekosistem alami.

Pohon memang tidak berkomunikasi menggunakan suara atau bahasa seperti manusia. Namun, mereka mampu merespons dan menghasilkan berbagai sinyal kimia serta berinteraksi melalui hubungan dengan akar dan mikroorganisme tanah.

Fenomena ini menunjukkan bahwa hutan bukan sekadar kumpulan pohon yang berdiri sendiri. Di dalamnya terdapat jaringan interaksi biologis yang kompleks antara tanaman, jamur, bakteri, hewan, tanah, dan lingkungan.

Jadi, ketika kita melihat hutan yang tampak tenang dan diam, sebenarnya berlangsung berbagai proses komunikasi dan interaksi biologis yang tidak dapat kita lihat dengan mata telanjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....