Petir Bisa Mencapai Suhu yang Sangat Tinggi
- 24 Agt 2026 23:14 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Petir merupakan salah satu fenomena alam yang paling menakjubkan. Kilatan cahaya yang muncul di langit ternyata disertai energi yang luar biasa besar. Salah satu fakta paling menarik adalah bahwa petir dapat memanaskan udara di sekitarnya hingga sekitar 30.000°C. Suhu tersebut kira-kira lima kali lebih tinggi daripada suhu permukaan Matahari yang sekitar 5.500°C.
Petir merupakan pelepasan muatan listrik yang sangat kuat di atmosfer. Ketika pelepasan listrik terjadi melalui udara, energi listrik menyebabkan udara di sepanjang jalur petir mengalami pemanasan yang sangat cepat.
Udara yang terkena pemanasan ekstrem tersebut dapat mencapai suhu sekitar 30.000°C dalam waktu yang sangat singkat. Para ilmuwan juga mengukur suhu saluran petir menggunakan analisis spektrum cahaya yang dihasilkan oleh pelepasan listrik tersebut.
Perlu dicatat, secara teknis petir itu sendiri tidak memiliki suhu seperti sebuah benda padat. Yang mengalami pemanasan ekstrem adalah udara dan plasma di sepanjang saluran pelepasan listrik. National Weather Service menjelaskan bahwa hambatan udara terhadap aliran muatan listrik menyebabkan udara menjadi sangat panas.
Panas ekstrem dari petir juga menjelaskan mengapa petir menghasilkan suara guntur.
Ketika udara di sekitar saluran petir dipanaskan secara tiba-tiba, udara tersebut mengembang dengan sangat cepat. Pemuaian yang sangat cepat ini menghasilkan gelombang kejut yang kemudian merambat melalui atmosfer dan terdengar sebagai suara guntur.
Jadi, guntur bukanlah suara listrik semata. Suara tersebut merupakan akibat dari pemanasan dan pemuaian udara yang sangat cepat di sekitar jalur petir.
Pernyataan bahwa petir lebih panas daripada Matahari memang benar jika yang dibandingkan adalah petir dengan permukaan Matahari.
NASA menyebut suhu permukaan Matahari sekitar 5.500°C, sedangkan udara di sekitar saluran petir dapat mencapai sekitar 30.000°C. Namun, Matahari memiliki bagian yang jauh lebih panas. Inti Matahari, misalnya, mencapai sekitar 15 juta°C.
Karena itu, ungkapan “petir lebih panas daripada Matahari” sebaiknya ditulis lebih tepat sebagai “petir dapat lebih panas daripada permukaan Matahari.”
Suhu ekstrem tersebut terjadi dalam waktu yang sangat singkat dan pada wilayah yang relatif sempit di sepanjang saluran petir. Karena itu, kita tidak boleh membayangkan seluruh awan atau wilayah sekitar badai berubah menjadi lingkungan bersuhu 30.000°C.
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa suhu saluran petir dapat mencapai puluhan ribu kelvin pada fase tertentu dari pelepasan listrik.
Petir bukan hanya kilatan cahaya di langit. Pelepasan listrik yang sangat kuat dapat memanaskan udara di sekitarnya hingga sekitar 30.000°C, menghasilkan pemuaian cepat yang kemudian menciptakan gelombang kejut dan suara guntur.
Fakta ini membuat petir menjadi salah satu fenomena alam yang menunjukkan betapa besar energi yang dapat dilepaskan oleh atmosfer dalam waktu yang sangat singkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....