Bumi Tidak Benar-Benar Berbentuk Bola Sempurna

  • 23 Agt 2026 19:20 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Jika dilihat dari luar angkasa, Bumi tampak seperti sebuah bola biru yang hampir sempurna. Namun, secara ilmiah, bentuk Bumi sebenarnya tidak benar-benar bulat sempurna. Para ilmuwan menggambarkannya lebih dekat sebagai ellipsoid pepat, yaitu bentuk yang sedikit mengembung di sekitar khatulistiwa dan agak datar di wilayah kutub.

Salah satu penyebab utamanya adalah rotasi Bumi. Planet kita berputar pada porosnya sekitar sekali setiap 24 jam. Perputaran ini menghasilkan efek yang membuat bagian khatulistiwa sedikit lebih mengembung dibandingkan wilayah kutub.

Akibatnya, diameter Bumi dari satu sisi khatulistiwa ke sisi lainnya sedikit lebih besar daripada jarak dari Kutub Utara ke Kutub Selatan. Perbedaannya memang kecil jika dibandingkan dengan ukuran keseluruhan planet, tetapi dapat diukur dengan teknologi modern.

Bentuk Bumi bahkan lebih kompleks daripada sekadar bola yang sedikit pepat. Permukaan planet memiliki pegunungan, lembah, palung laut, lapisan es, dan berbagai variasi distribusi massa. Karena itu, bentuk nyata Bumi tidak dapat dijelaskan secara sempurna hanya dengan satu bentuk geometris sederhana. NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) menyebut Bumi sebagai ellipsoid dengan bentuk yang tidak beraturan dan terus mengalami perubahan.

Pegunungan dan dasar laut menyebabkan permukaan Bumi memiliki variasi ketinggian yang sangat besar. Distribusi massa di dalam planet juga memengaruhi medan gravitasi Bumi.

Saat ini, ilmuwan menggunakan satelit, GPS, pengukuran gravitasi, dan teknologi geodesi untuk menentukan bentuk dan ukuran Bumi dengan sangat presisi. NASA menjelaskan bahwa pengukuran modern dapat menentukan bentuk Bumi hingga tingkat ketelitian sekitar sentimeter.

Data tersebut menunjukkan bahwa Bumi memang berbentuk hampir bulat, tetapi bukan bola geometris yang sempurna.

Tidak sepenuhnya. Bentuk dan distribusi massa Bumi dapat mengalami perubahan kecil dari waktu ke waktu. Pergerakan massa seperti perubahan lapisan es, air laut, serta proses geologi dapat memengaruhi bentuk dan medan gravitasi planet secara perlahan.

Perubahan tersebut sangat kecil dan tidak akan terlihat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi dapat dideteksi menggunakan pengukuran ilmiah yang sangat presisi.

Bumi memang bulat, tetapi bukan bola sempurna. Rotasi Bumi menyebabkan bagian khatulistiwa sedikit mengembung dan kutub sedikit lebih pepat. Ditambah variasi permukaan serta distribusi massa di dalam planet, bentuk Bumi sebenarnya jauh lebih kompleks daripada yang terlihat pada sebuah globe.

Jadi, ketika kita melihat Bumi dari luar angkasa sebagai “bola biru”, bentuk tersebut adalah gambaran yang benar secara umum—tetapi kenyataannya, planet kita memiliki bentuk yang sedikit pepat dan tidak beraturan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....