Luar Angkasa, Suara Tidak Dapat Merambat

  • 23 Agt 2026 19:25 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pernah melihat film fiksi ilmiah yang menampilkan ledakan pesawat luar angkasa dengan suara yang sangat keras? Adegan seperti itu memang menarik, tetapi secara ilmiah ada satu hal yang kurang tepat. Di ruang angkasa yang hampir hampa, suara tidak dapat merambat seperti suara yang kita dengar di Bumi.

Dilansir dari NASA Science – Anatomy of an Electromagnetic Wave Suara pada dasarnya merupakan gelombang mekanik. Agar dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain, suara membutuhkan medium, seperti udara, air, atau benda padat. Ketika seseorang berbicara di Bumi, getaran dari pita suara membuat molekul udara di sekitarnya bergetar. Getaran tersebut kemudian diteruskan dari satu molekul ke molekul lainnya hingga mencapai telinga.

Di luar angkasa, kondisinya sangat berbeda. Sebagian besar ruang antarbintang merupakan ruang hampa dengan jumlah partikel yang sangat sedikit. Karena tidak tersedia medium yang cukup untuk meneruskan getaran, suara tidak dapat merambat seperti di atmosfer Bumi.

Itulah sebabnya jika terjadi ledakan di ruang hampa, seseorang yang berada cukup jauh dan tidak terhubung melalui medium padat tidak akan mendengar suara ledakan tersebut. Mereka mungkin masih dapat melihat cahaya dari ledakan, tetapi tidak mendengar bunyinya.

Namun, bukan berarti luar angkasa benar-benar tidak memiliki partikel sama sekali. Ada gas, debu, plasma, dan berbagai partikel yang tersebar di berbagai wilayah. Hanya saja, kepadatannya sering terlalu rendah untuk menghasilkan perambatan suara seperti yang kita alami sehari-hari.

Menariknya, para ilmuwan tetap dapat mendeteksi berbagai gelombang dan getaran dari objek luar angkasa. Data tersebut biasanya ditangkap menggunakan instrumen khusus dan kemudian dapat diubah menjadi frekuensi yang bisa didengar manusia. Jadi, ketika kita mendengar “suara” dari objek luar angkasa dalam sebuah video ilmiah, sering kali itu merupakan hasil pengolahan atau sonifikasi data, bukan suara yang merambat langsung melalui ruang hampa hingga ke telinga manusia.

Fenomena ini menunjukkan betapa berbedanya lingkungan luar angkasa dengan kehidupan sehari-hari di Bumi. Di planet kita, udara membuat kita dapat berbicara, mendengar musik, dan menikmati berbagai suara. Sementara itu, di ruang hampa, cahaya dapat bergerak melintasi ruang, tetapi suara membutuhkan medium untuk merambat.

Jadi, jika suatu hari manusia berada di luar pesawat tanpa perlindungan dan mencoba berteriak kepada astronaut lain yang jauh darinya, teriakannya tidak akan terdengar melalui ruang hampa. Mereka harus menggunakan sistem komunikasi seperti radio untuk dapat berbicara satu sama lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....