Film Toko Perlengkapan Mayat Angkat Horor Lokal
- 08 Agt 2026 13:03 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Film Toko Perlengkapan Mayat hadir sebagai horor thriller bernuansa gelap yang mengangkat kisah mencekam tentang pesugihan, tumbal, dan kutukan keluarga. Film ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada 6 Agustus 2026, dan telah tercatat dalam daftar film mendatang di Cinema XXI.
Disutradarai sekaligus ditulis oleh Surya Darmawan, film berdurasi 79 menit ini menghadirkan tema yang cukup berat, mulai dari ritual tumbal hingga teror keluarga. Karena itu, film ini lebih direkomendasikan untuk penonton dewasa atau remaja yang siap dengan sajian horor intens.
Alur cerita berfokus pada Daeng Sarro, yang diperankan Armhada Sijaya, seorang pemilik toko perlengkapan jenazah peninggalan keluarga. Usahanya yang kian terpuruk akibat tekanan ekonomi dan persaingan membuatnya mengambil jalan pintas dengan menjalankan ritual pesugihan demi melariskan usaha, meski harus mengorbankan tumbal berupa potongan tubuh.
Pada awalnya, keputusan tersebut membawa hasil. Toko kembali ramai dan kondisi ekonomi keluarga perlahan membaik. Namun, keberhasilan itu tidak bertahan lama. Ikatan gaib yang terbentuk justru menuntut lebih besar, hingga akhirnya teror mulai mengancam keselamatan keluarganya sendiri.
Keunikan film ini terletak pada latar Makassar yang kental dengan nuansa lokal. Unsur pesugihan, ritual, dan kutukan keluarga ditampilkan sebagai bagian dari kepercayaan yang terasa dekat dengan kehidupan masyarakat, sehingga menambah kesan nyata sekaligus menyeramkan.
Sejumlah aktor turut membintangi film ini, di antaranya Dwiaffor, Ivana Meylanda Saragih, Bambang, A. Noufah Patadjangi, Baba Ong, Amir Desar, Muh Arif Budiman, dan Siti Sahrani. Dominasi aktor lokal membuat film ini terasa seperti kisah rakyat modern yang dihadirkan dalam balutan horor layar lebar.
Secara keseluruhan, Toko Perlengkapan Mayat cocok bagi penikmat horor dengan unsur ritual dan kutukan. Film ini tidak sekadar menghadirkan cerita menyeramkan, tetapi juga menjadi gambaran tentang ambisi yang tak terkendali serta konsekuensi dari keputusan yang dapat menghantui generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....