Nadhif Basalamah Bersuara, Pelecehan di Ruang Digital Tak Boleh Dinormalisasi

  • 01 Jul 2026 11:52 WIB
  •  Kendari
Poin Utama
  • Nadhif Basalamah
  • Pelecehan di Ruang Digital yang dialami Nadhif Basalamah

RRI.CO.ID, Kendari – Penyanyi Nadhif Basalamah mengungkap pengalaman menjadi korban pelecehan seksual di media sosial. Lewat unggahan di akun X pribadinya, ia mengaku selama ini menerima banyak komentar dan pesan bernada seksual di platform X maupun TikTok.

Dalam unggahannya, Nadhif mengaku sempat ragu untuk berbicara. Bahkan Nadhif mengatakan tangannya gemetar saat menuliskan curahan hati tersebut karena merasa perlakuan yang diterimanya sudah melewati batas.

"Saya tidak tahu apakah ini hal yang benar untuk disampaikan, tetapi pelecehan yang saya terima di X dan TikTok sudah tidak tertahankan," tulisnya.

Menurut Nadhif, banyak orang menganggap perlakuan itu sebagai konsekuensi dari statusnya sebagai figur publik. Namun, ia menolak anggapan tersebut. Baginya, popularitas bukan alasan untuk membenarkan komentar atau perlakuan yang melecehkan.

Nadhif juga membagikan sejumlah tangkapan layar komentar yang diterimanya sebagai gambaran mengenai bentuk pelecehan yang selama ini dialami. Unggahan itu pun menuai simpati dan dukungan dari banyak warganet yang mengapresiasi keberaniannya untuk bersuara.

Kasus yang dialami Nadhif menjadi pengingat bahwa pelecehan seksual di ruang digital dapat menimpa siapa saja, tanpa memandang gender maupun profesi. Komentar bernada seksual, objektifikasi, hingga pesan yang melanggar batas privasi bukanlah bentuk apresiasi atau candaan.

Media sosial seharusnya menjadi ruang yang aman untuk berkarya dan berinteraksi. Karena itu, penting bagi setiap pengguna untuk menghormati batas pribadi orang lain serta berpikir sebelum berkomentar. Menghargai sesama di ruang digital merupakan langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan media sosial yang lebih sehat dan nyaman bagi semua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....