Hamparan Garam yang Berubah jadi Cermin Raksasa

  • 21 Mei 2026 12:40 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Salar de Uyuni di Bolivia terkenal sebagai dataran garam terbesar di dunia. Kawasan ini sering menarik perhatian karena dapat berubah menjadi cermin raksasa saat musim hujan tiba.

Fenomena tersebut terjadi ketika lapisan tipis air menutupi permukaan garam yang sangat datar. Pantulan langit di atasnya membuat batas antara bumi dan langit tampak menghilang.

Menurut penelitian dalam jurnal Earth and Planetary Science Letters, Salar de Uyuni terbentuk dari sisa danau purba yang mengering ribuan tahun lalu akibat perubahan iklim dan proses geologi di kawasan Andes. Proses tersebut menghasilkan lapisan garam luas dengan permukaan yang sangat rata.

Saat musim hujan datang, air yang menggenang menciptakan efek refleksi alami yang sangat jelas. Pemandangan ini membuat Salar de Uyuni terlihat seperti hamparan kaca raksasa di tengah alam terbuka.

Keunikan visual tersebut membuat kawasan ini sering disebut sebagai salah satu tempat paling surreal di dunia. Banyak orang menganggap lanskapnya tampak seperti berada di planet lain.

Selain menjadi destinasi wisata, Salar de Uyuni juga memiliki cadangan lithium yang sangat besar. Mineral tersebut banyak dimanfaatkan dalam produksi baterai modern.

Meski terlihat tandus, kawasan ini tetap menjadi habitat bagi beberapa spesies satwa seperti flamingo. Kehidupan mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ekstrem di dataran garam tersebut.

Fenomena di Salar de Uyuni menunjukkan bagaimana proses alam dalam waktu sangat panjang dapat membentuk lanskap yang unik. Perubahan geologi dan iklim menghasilkan pemandangan yang tidak biasa namun nyata.

Dengan demikian, Salar de Uyuni menjadi salah satu contoh keajaiban alam yang memadukan nilai ilmiah dan keindahan visual. Kawasan ini memperlihatkan betapa beragamnya bentuk alam yang ada di bumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....