Bed Rotting, Tren Rebahan yang Banyak Dibicarakan

  • 13 Mei 2026 11:39 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Istilah bed rotting semakin populer di media sosial sebagai gambaran kebiasaan menghabiskan waktu terlalu lama di tempat tidur. Aktivitas ini biasanya dilakukan dengan bermain ponsel, menonton, atau sekadar berdiam diri tanpa banyak aktivitas.

Fenomena ini banyak dikaitkan dengan kelelahan mental akibat rutinitas yang padat. Sebagian orang memilih rebahan sepanjang hari sebagai cara untuk menghindari tekanan dan memulihkan energi.

Menurut penelitian dalam jurnal Health Psychology, kelelahan emosional dan stres berkepanjangan dapat memengaruhi motivasi seseorang untuk beraktivitas. Kondisi tersebut membuat individu cenderung menarik diri sementara dari lingkungan sekitar.

Di sisi lain, bed rotting juga dianggap sebagai bentuk self care oleh sebagian orang. Beristirahat dan memberi waktu bagi tubuh memang penting untuk menjaga keseimbangan mental.

Namun, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis. Kurangnya aktivitas dapat membuat tubuh terasa lebih lemas dan memengaruhi pola tidur.

Terlalu lama berada di tempat tidur juga berisiko membuat seseorang semakin sulit membangun rutinitas produktif. Akibatnya, perasaan bersalah dan kehilangan motivasi bisa muncul secara perlahan.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana generasi muda mulai lebih terbuka membicarakan kondisi mental mereka. Media sosial turut menjadi ruang untuk mengekspresikan kelelahan yang dirasakan sehari-hari.

Meski demikian, istirahat tetap perlu dibarengi dengan keseimbangan aktivitas. Tubuh dan pikiran membutuhkan jeda, tetapi juga memerlukan gerak dan interaksi agar tetap sehat.

Dengan demikian, bed rotting dapat dipahami sebagai respons terhadap tekanan hidup modern. Mengenali batas antara istirahat yang sehat dan kebiasaan menghindar menjadi hal penting dalam menjaga kesejahteraan diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....