Film AIN Tampilkan Teror Penyakit Ain yang Nyata
- 04 Mei 2026 10:20 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Film horor AIN hadir meramaikan bioskop pada Mei 2026 dengan pendekatan berbeda, yakni mengusung genre body horror yang mengangkat isu iri hati serta budaya pamer di media sosial. Ceritanya mengikuti seorang influencer yang mengalami perubahan fisik ekstrem akibat penyakit ain—kondisi yang diyakini muncul karena pandangan dengki dari orang lain.
Tokoh utama Joy, diperankan Brittany Fergie, digambarkan sebagai beauty influencer yang gemar memamerkan kehidupan mewahnya di dunia digital. Ia kerap diingatkan oleh sahabatnya, Dini (Putri Ayudya), untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Namun, peringatan itu diabaikan hingga kondisi tubuh Joy perlahan mengalami kerusakan mengerikan akibat penyakit ain yang dipicu rasa iri orang lain. Cerita semakin kuat dengan kehadiran Ajil Ditto yang menambah dinamika konflik.
Disutradarai Archie Hekagery dan diproduksi MVP Pictures, film ini menampilkan horor tanpa sosok hantu secara visual. Kengerian dibangun melalui suasana mencekam, tekanan psikologis, serta perubahan tubuh yang terasa nyata.
Tema penyakit ain menjadi inti cerita, yakni kondisi yang muncul akibat tatapan iri, dengki, atau kekaguman berlebihan tanpa menyebut nama Tuhan. Fenomena ini juga dikaitkan dengan tren flexing yang marak di kalangan influencer dan selebritas di media sosial.
Menurut Archie, ide film ini berangkat dari keresahan terhadap budaya pamer di era digital. Ia menilai konsep ain sudah cukup dikenal di masyarakat sehingga proses pengembangan cerita terasa lebih mudah dan relevan dengan kondisi saat ini.
Sementara itu, Brittany Fergie mengaku memiliki kedekatan personal dengan tema tersebut. Ia sering mendengar pengalaman serupa dari orang-orang di sekitarnya, sehingga peran ini menjadi tantangan sekaligus membuka wawasan baru tentang pentingnya kesadaran terhadap penyakit ain.
Dengan pendekatan yang menekankan atmosfer, emosi, dan visual yang kuat, AIN menawarkan pengalaman horor yang terasa realistis. Alih-alih menghadirkan sosok gaib, film ini menonjolkan ketakutan dari perubahan tubuh dan tekanan batin karakter utamanya.
Kehadiran film ini menunjukkan keberanian industri perfilman Indonesia dalam mengeksplorasi horor yang lebih psikologis dan dekat dengan realitas sosial masa kini, menjadikannya salah satu tontonan yang patut dinantikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....