Film The Bell Suguhkan Horor Berlapis Penuh Misteri

  • 04 Mei 2026 10:17 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Film horor Indonesia The Bell: Panggilan untuk Mati siap hadir di bioskop mulai 7 Mei 2026 dengan menghadirkan nuansa teror yang berakar pada mitos lokal. Di tengah maraknya horor modern, film ini justru kembali menggali cerita rakyat yang telah lama berkembang di masyarakat, namun disajikan dengan pendekatan visual yang lebih segar dan sinematik.

Disutradarai oleh Jay Sukmo, cerita membawa penonton ke Pulau Belitung, yang tidak hanya menjadi latar, tetapi juga menghadirkan suasana indah yang menyimpan misteri kelam. Legenda tentang sosok Penebok menjadi pusat cerita, dengan sebuah lonceng sakral yang dipercaya sebagai tempat mengurung roh jahat selama ratusan tahun.

Konflik dimulai ketika sekelompok kreator konten nekat mengambil lonceng tersebut demi popularitas. Alih-alih mendapatkan sensasi, tindakan itu justru membebaskan Penebok—makhluk tanpa kepala yang kemudian meneror dan memburu mereka satu per satu. Denting lonceng pun berubah menjadi tanda datangnya kematian.

Film ini tidak hanya mengandalkan elemen supranatural, tetapi juga menghadirkan lapisan cerita yang lebih dalam. Unsur sejarah kolonial serta konflik masa lalu turut memperkaya alur, termasuk asal-usul Penebok yang berkaitan dengan tragedi lama penuh dendam.

Dari sisi akting, film ini dibintangi Bhisma Mulia, Ratu Sofya, dan Shalom Razade yang menghadirkan emosi kuat dalam cerita. Kisah yang ditampilkan tidak hanya soal bertahan dari ancaman, tetapi juga pergulatan batin, rasa bersalah, dan pilihan hidup yang menentukan nasib para karakter.

Secara keseluruhan, The Bell: Panggilan untuk Mati menawarkan pengalaman horor yang dibangun perlahan—dari rasa penasaran hingga ketegangan yang memuncak. Perpaduan mitos lokal, atmosfer mencekam, dan cerita berlapis membuat film ini berpotensi meninggalkan kesan mendalam bagi penonton di tahun 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....