Antisipasi Penyalahgunaan AI, Taylor Swift Amankan Identitasnya

  • 29 Apr 2026 20:13 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Penyanyi pop dunia Taylor Swift kembali menjadi sorotan setelah mengajukan tiga merek dagang (trademark) baru ke otoritas Amerika Serikat. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk melindungi identitas dirinya di era kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan laporan dari otoritas paten dan merek dagang Amerika Serikat (USPTO), Swift melalui perusahaannya, TAS Rights Management, resmi mengajukan tiga permohonan merek dagang pada April 2026 .

Dua dari tiga merek dagang tersebut berupa audio atau suara khas, yakni frasa “Hey, it’s Taylor Swift” dan “Hey, it’s Taylor” yang selama ini identik dengan dirinya .

Sementara itu, satu merek dagang lainnya berbentuk visual, yaitu citra Swift saat tampil di atas panggung dengan memegang gitar berwarna pink dan mengenakan bodysuit berwarna-warni .

Langkah ini dinilai sebagai respons terhadap maraknya penyalahgunaan teknologi AI, termasuk deepfake yang dapat meniru suara maupun wajah figur publik. Sejumlah pakar hukum menyebut bahwa merek dagang dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan selain “right of publicity” yang selama ini digunakan .

Seperti dilansri oleh The Verge, menurut analis kekayaan intelektual, penggunaan AI telah membuka celah baru bagi penyalahgunaan identitas artis, seperti pembuatan konten palsu hingga manipulasi suara untuk kepentingan tertentu. Oleh karena itu, strategi Swift dianggap sebagai langkah preventif untuk menjaga kendali atas citra dan suaranya di ruang digital .

Kasus ini juga mencerminkan tren global di kalangan selebritas yang mulai aktif melindungi identitas mereka dari teknologi AI. Beberapa figur publik lain bahkan telah melakukan langkah serupa guna menghindari penyalahgunaan suara dan visual mereka tanpa izin .

Sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di dunia, Swift memang dikenal aktif dalam mengelola hak kekayaan intelektualnya. Tercatat, ia telah memiliki ratusan merek dagang yang mencakup nama, lirik, hingga konsep tur .

Dengan pengajuan tiga merek dagang baru ini, langkah Swift dinilai bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga berpotensi menjadi preseden penting bagi industri hiburan dalam menghadapi tantangan era digital berbasis AI.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....