Self Love atau Pembenaran Gaya Hidup Tidak Sehat

  • 27 Apr 2026 01:23 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Konsep self love semakin populer sebagai ajakan untuk menerima diri sendiri apa adanya. Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit yang memaknainya secara keliru hingga mengabaikan aspek kesehatan.

Self love sejatinya bukan sekadar menerima kondisi tanpa upaya perbaikan. Konsep ini justru menekankan keseimbangan antara penerimaan diri dan tanggung jawab menjaga tubuh.

Salah kaprah yang sering terjadi adalah menjadikan self love sebagai alasan untuk mengabaikan pola hidup sehat. Misalnya, tidak menjaga pola makan atau menghindari aktivitas fisik dengan dalih mencintai diri sendiri.

Padahal, mencintai diri berarti merawat tubuh agar tetap berfungsi optimal. Tubuh membutuhkan asupan nutrisi, istirahat cukup, dan aktivitas fisik yang seimbang.

Menurut World Health Organization, gaya hidup sehat menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas hidup dan mencegah berbagai penyakit. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan merupakan bagian dari bentuk kepedulian terhadap diri.

Selain itu, self love juga sering disalahartikan sebagai pembenaran terhadap kebiasaan yang kurang sehat. Tanpa disadari, hal ini dapat berdampak pada kondisi fisik maupun mental dalam jangka panjang.

Penerimaan diri yang sehat justru mendorong seseorang untuk mengenali kebutuhan tubuhnya. Kesadaran ini menjadi dasar untuk membuat pilihan yang lebih baik.

Self love bukan tentang menolak perubahan, tetapi tentang menghargai proses menjadi lebih baik. Perubahan yang dilakukan bukan karena tekanan, melainkan karena kepedulian terhadap diri sendiri.

Dengan demikian, mencintai diri bukan berarti membiarkan kondisi apa adanya tanpa evaluasi. Self love yang tepat adalah ketika seseorang mampu menerima diri sekaligus berkomitmen menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....