Ghost in the Cell Film Horor Komedi Joko Anwar

  • 23 Apr 2026 21:16 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Sutradara ternama Indonesia, Joko Anwar kembali menghadirkan karya terbarunya melalui film Ghost in the Cell, yang resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026.

Film bergenre horor-komedi ini mengangkat latar sebuah lembaga pemasyarakatan fiktif yang penuh konflik. Para narapidana tidak hanya menghadapi kerasnya kehidupan di dalam penjara, tetapi juga teror supranatural yang muncul dan mengancam keselamatan mereka. Pendekatan cerita yang memadukan ketegangan, humor gelap, dan kritik sosial menjadi daya tarik utama dalam film ini (detik.com, 2026).

Secara penayangan, Ghost in the Cell mulai diputar serentak di jaringan bioskop nasional sejak 16 April 2026 dan masih terus tayang mengikuti jadwal distribusi di masing-masing bioskop. Seperti film pada umumnya, durasi penayangan tidak ditentukan secara pasti, melainkan bergantung pada respons penonton dan performa box office di lapangan.

Dikutip dari liputan6.com, 2026, dari sisi capaian, film ini menunjukkan respons yang sangat positif sejak hari pertama. Berdasarkan informasi dari unggahan resmi, Ghost in the Cell berhasil meraih lebih dari 154 ribu penonton pada hari perdana penayangan.

Jumlah tersebut terus meningkat signifikan dalam beberapa hari berikutnya. Hingga 20 April 2026 atau hari keempat penayangan, jumlah penonton tercatat mencapai sekitar 779.920 orang (kumparan.com, 2026).

Bahkan, dalam waktu kurang dari satu pekan, film ini berhasil menembus angka satu juta penonton, menandai capaian impresif di awal masa edar di bioskop.

Selain sukses di dalam negeri, film ini juga mendapat perhatian di pasar global. Ghost in the Cell diketahui telah menarik minat distribusi internasional dan direncanakan tayang di berbagai negara, memperluas jangkauan perfilman Indonesia ke audiens yang lebih luas.

Melalui film ini, Joko Anwar kembali menunjukkan konsistensinya dalam menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan reflektif terhadap realitas sosial. Perpaduan genre dan pendekatan cerita yang berani menjadi bukti perkembangan kreativitas sineas Indonesia di industri film nasional maupun global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....