Media Sosial Bisa Dongkrak atau Justru Turunkan Motivasi Belajar Siswa
- 08 Apr 2026 08:11 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Penggunaan media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan siswa sekolah menengah. Namun, apakah platform ini membantu belajar, atau justru mengurangi semangat siswa?
Menurut penelitian terbaru, media sosial bisa menjadi “pedang bermata dua.” Di satu sisi, platform seperti grup diskusi, kanal edukatif, dan video tutorial membantu siswa memahami materi pelajaran dengan cara yang lebih menarik. Sisi positif ini terbukti meningkatkan minat belajar dan memperluas wawasan siswa.
Di sisi lain, terlalu banyak scroll tanpa tujuan justru mengganggu konsentrasi, menyita waktu belajar, dan menurunkan motivasi. Dr. Rina Setiawan, pakar pendidikan, menekankan, Media sosial bukan masalahnya, tetapi bagaimana siswa menggunakannya. Kontrol dan pemilihan konten yang tepat sangat penting.
Beberapa sekolah kini memanfaatkan media sosial untuk pembelajaran interaktif dan membuat grup belajar online, agar siswa tetap termotivasi. Dengan bimbingan guru dan dukungan orang tua, media sosial bisa menjadi alat belajar efektif, bukan sekadar hiburan.
Namun, dampak negatif juga tidak bisa diabaikan. Siswa yang terlalu lama menghabiskan waktu di media sosial untuk hiburan sering kali mengalami penurunan fokus dan motivasi belajar. Aktivitas scroll tanpa tujuan dapat mengurangi waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar, menyebabkan ketertinggalan materi dan meningkatnya tingkat stres.
Ahli pendidikan, Dr. Rina Setiawan menjelaskan, Media sosial bukan musuh, tetapi cara penggunaannya yang menentukan pengaruhnya. “Jika siswa mampu mengatur waktu dan memilih konten yang edukatif, media sosial bisa mendukung motivasi belajar. Sebaliknya, jika digunakan tanpa batasan, media sosial dapat mengganggu konsentrasi dan menurunkan semangat belajar,” terangnya.
Beberapa sekolah menengah di Indonesia mulai mengambil langkah strategis, seperti memanfaatkan platform digital untuk materi pembelajaran, membuat grup belajar online, dan memberikan edukasi tentang penggunaan media sosial yang sehat. Upaya ini diharapkan dapat memaksimalkan manfaat media sosial sekaligus meminimalkan risiko negatifnya bagi motivasi belajar siswa.
Dengan kesadaran dan pengawasan yang tepat dari guru dan orang tua, media sosial dapat menjadi alat bantu belajar yang efektif, bukan hanya sekadar hiburan. Seiring perkembangan teknologi, kemampuan siswa dalam memanfaatkan media sosial secara produktif menjadi salah satu kunci keberhasilan pendidikan di era digital. ( Riska – UHO Kendari )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....