Album Doves Hindia Masih Dominasi Musik Indie Indonesia di Tahun 2026
- 30 Mar 2026 08:20 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Album Doves, ’25 on Blank Canvas dari Hindia masih menunjukkan dominasinya di kancah musik indie Indonesia hingga tahun 2026. Meski dirilis pada Februari 2025, karya ini tetap banyak didengar oleh penikmat musik, khususnya generasi muda yang merasa dekat dengan tema dan pesan yang disampaikan dalam setiap lagunya.
Popularitas album ini tidak lepas dari kekuatan lirik yang relevan dengan kondisi sosial dan keresahan personal. Lagu-lagu dalam album tersebut mengangkat isu kehidupan sehari-hari, tekanan sosial, hingga refleksi diri yang kerap dialami anak muda. Hal ini membuat Doves tidak hanya menjadi karya musik, tetapi juga medium ekspresi yang mampu mewakili suara generasi.
Album Doves, ’25 on Blank Canvas sendiri terdiri dari 16 lagu yang menampilkan eksplorasi musikal Hindia dalam berbagai genre, mulai dari pop, rock, hip-hop hingga elektronik. Beberapa di antaranya seperti perseverance (in the face of grief), hated in the Nation, everything u are, kids, (mimi), betty (feat. White Chorus), hingga loved by You.
Dari keseluruhan lagu tersebut, sejumlah track tercatat paling sering didengar oleh publik, di antaranya:
everything u are
kids
semua lagu cinta terdengar sama
Lagu everything u are bahkan menunjukkan capaian signifikan dengan menembus lebih dari 110 juta pemutaran di platform YouTube. Angka ini mencerminkan tingginya minat pendengar terhadap karya Hindia, sekaligus memperkuat posisi album Doves sebagai salah satu rilisan indie yang berpengaruh dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut data dari platform streaming musik, tren konsumsi musik di Indonesia masih didominasi oleh genre pop dan indie yang memiliki kedekatan emosional dengan pendengar. Dikutip dari Spotify Wrapped, lagu dengan tema personal dan reflektif cenderung memiliki tingkat pemutaran yang tinggi, terutama di kalangan pengguna usia 18 hingga 34 tahun. Hal ini sejalan dengan karakteristik album Doves yang kuat dalam narasi personal.
Pengamat musik menyebut keberhasilan Hindia tidak terlepas dari konsistensinya dalam mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurut sejumlah ulasan dari kalangan akademisi musik, kekuatan utama karya Hindia terletak pada kejujuran lirik serta keberanian dalam mengeksplorasi tema sosial yang jarang diangkat secara terbuka dalam musik populer.
Popularitas Hindia sebelumnya juga turut diperkuat oleh lagu-lagu dari album Menari dengan Bayangan seperti Secukupnya, Evaluasi, dan Rumah ke Rumah yang hingga kini masih sering didengar. Hal ini menunjukkan bahwa basis pendengar Hindia telah terbentuk kuat sebelum perilisan Doves, sehingga setiap karya barunya mendapat perhatian luas.
Di sisi lain, eksistensi album ini juga berdampak pada industri radio dan kurasi playlist digital. Sejumlah lagu dari Doves masih rutin masuk dalam daftar putar dan diputar di berbagai stasiun radio, termasuk yang menyasar segmen anak muda. Hal ini menegaskan bahwa karya tersebut tidak hanya sukses secara digital, tetapi juga memiliki daya tahan dalam medium siaran radio.
Dengan capaian tersebut, Doves, ’25 on Blank Canvas dapat dikatakan sebagai salah satu karya musik indie Indonesia yang berpengaruh lintas tahun. Dominasi yang masih bertahan hingga 2026 menjadi bukti bahwa karya yang autentik dan relevan akan selalu menemukan tempat di hati pendengar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....