Drama Kupeluk Kamu Selamanya Siap Tayang April Film Kupeluk Kamu Selamanya Soroti

  • 14 Mar 2026 06:14 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Film drama keluarga berjudul Kupeluk Kamu Selamanya dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 30 April 2026. Film ini menjadi proyek perdana rumah produksi Kuy Studios milik pembalap nasional Sean Gelael yang bekerja sama dengan Aktina Films, serta didukung oleh Visinema Pictures, Folago, dan Tema. Proyek ini digarap oleh sutradara Pritagita Arianegara yang sebelumnya dikenal lewat film Yakin Nikah, dengan naskah yang ditulis oleh Ifan Ismail.

Dalam cuplikan awal yang dirilis baru-baru ini, Hana Malasan memerankan tokoh utama bernama Naya. Ia digambarkan sebagai seorang ibu tunggal yang harus menghadapi berbagai kesulitan hidup. Naya berusaha mempertahankan hak asuh anaknya, Aksa, sambil menghadapi tekanan ekonomi, perceraian, serta konflik keluarga yang datang silih berganti.

Alur cerita mengikuti perjalanan hidup Aksa sejak masih balita hingga memasuki usia sekolah dasar. Di tengah kondisi tersebut, Naya bekerja keras di sebuah usaha binatu kecil demi mencukupi kebutuhan hidup mereka. Tagline film ini berbunyi, “Di hidup yang terus berjalan, kadang kita cuma ingin satu hal tetap ada: sebuah pelukan,” yang menggambarkan inti emosional dari kisah tersebut. Film ini menyoroti kedalaman kasih sayang seorang ibu sekaligus menggambarkan realitas pahit yang sering dialami para ibu tunggal.

Selain berperan sebagai produser melalui Aktina Films, Dinda Hauw juga turut tampil sebagai bagian dari jajaran pemeran. Ia beradu akting bersama sejumlah aktor lintas generasi seperti Ibnu Jamil, Fanny Ghassani, Vonny Anggraini, Jared Ali, Yurike Prastika, Niniek Arum, Nissy Meinard, Mario Irwinsyah, serta Sean Gelael sendiri. Sementara itu, aktor cilik yang memerankan Aksa juga menjadi sorotan karena hubungan emosional antara ibu dan anak menjadi inti kekuatan cerita film ini.

Pritagita Arianegara menyampaikan melalui materi promosi bahwa film tersebut berusaha menampilkan realitas sosial secara apa adanya tanpa dramatisasi berlebihan. Visual yang dihadirkan menggambarkan suasana malam di gang sempit, pasar malam, serta lingkungan sederhana yang mencerminkan kehidupan banyak keluarga Indonesia setelah masa pandemi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....