Timurnesia, Warna Baru Musik Indonesia dari Timur

  • 01 Feb 2026 16:07 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Musik dari kawasan Indonesia Timur kini semakin mendapat tempat di industri musik nasional. Lagu-lagu dengan tempo ceria dan nuansa pop-dansabel seperti Stecu Stecu, Tabola Bale, hingga Ngapain Repot tak hanya viral di media sosial, tetapi juga memunculkan identitas baru yang disebut Timurnesia.

Istilah Timurnesia diusulkan oleh para musisi dalam forum Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Peta Jalan Ekosistem Musik Indonesia Timur. Nama tersebut dinilai mampu merepresentasikan kekayaan musikal wilayah timur Indonesia sekaligus menjadi penanda genre baru dalam peta musik Tanah Air.

FGD tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, antara lain Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Staf Khusus Presiden Yovie Widianto, perwakilan Kementerian Pertahanan, Ketua Umum ICCN Fiki Satari, serta para musisi dan komunitas idetimur.id seperti Faris Adam, Toton Caribo, Willy Sopacua, Silent Open Up, Ecko Show, dan lainnya.

Kemunculan Timurnesia dipandang sebagai bentuk pengakuan terhadap identitas musik Indonesia Timur yang selama ini berkembang secara organik di tengah masyarakat. Genre ini juga dinilai mampu memperkaya ragam musik nasional dengan karakter yang khas dan mudah diterima lintas generasi.

Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menegaskan pemerintah siap berperan sebagai fasilitator untuk memperkuat ekosistem musik dari Indonesia Timur agar tumbuh secara berkelanjutan.

Giring menyammpaikan kepada awak media, lahirnya genre baru merupakan hal yang wajar dalam dinamika industri musik, terutama ketika didukung basis penggemar yang kuat. Perkembangan musik Timurnesia, kata dia, menjadi salah satu indikator kemajuan kreativitas musik nasional.

Ia juga berharap tren ini tidak berhenti sebatas viral sesaat, melainkan mampu berkembang menjadi kekuatan budaya yang konsisten dan berdaya saing global. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, Timurnesia diharapkan dapat menembus pasar internasional dan membawa identitas musik Indonesia Timur ke panggung dunia.

Dalam dua tahun terakhir, lagu-lagu bernuansa Timurnesia dikenal dengan sentuhan pop melodis, beat energik, serta lirik ringan yang mengundang pendengarnya untuk ikut bergoyang. Sejumlah lagu yang populer sepanjang 2024–2025 antara lain Stecu Stecu, Tabola Bale, Pica Pica, Gai Gatal, Ngapain Repot, hingga Orang Baru Lebe Gacor. (Ananta Setiadi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....