Inilah Deretan Pemenang Oscar 2025 yang Gemilang

  • 05 Mar 2025 09:15 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari : Ajang Academy Awards ke-97 (Oscar 2025) kembali digelar dengan penuh kemegahan di Dolby Theatre, Los Angeles pada Malam Senin (03/03/2025). Dimalam penghargaan bergengsi tersebut selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh para insan perfilman, kritikus, dan pecinta film di seluruh dunia. Tahun ini, Oscar menghadirkan banyak kejutan, dari kemenangan film independen hingga momen emosional di atas panggung yang akan dikenang sepanjang masa.

Dipandu oleh Conan O’Brien, acara ini berlangsung meriah dengan sentuhan humor khas yang menghidupkan suasana. Namun di balik candaannya, malam ini menjadi panggung bagi keberagaman cerita, perayaan kreativitas, dan pengakuan atas film-film yang tak hanya menghibur tetapi juga memiliki makna mendalam. Beberapa kemenangan besar menciptakan sejarah baru, sementara yang lain menegaskan bahwa sinema independen semakin diakui di industri perfilman global.

Dari dominasi Anora yang mengukuhkan posisinya sebagai film terbaik tahun ini, hingga No Other Land yang memberikan suara bagi Palestina , Academy Awards ke-97 ini membuktikan bahwa sinema masih menjadi medium yang kuat untuk menyampaikan kisah-kisah yang relevan bagi dunia.

Berikut adalah daftar lengkap para pemenang dan kisah di balik kemenangan mereka.

DAFTAR FILM PEMENANG OSCAR 2025

1. ANORA : Film Terbaik yang Mendominasi Oscar 2025 dengan 5 Penghargaan

Tanpa diragukan lagi, malam Oscar 2025 adalah malam bagi Anora. Film arahan Sean Baker ini meraih 5 penghargaan, termasuk kategori paling prestisius: Best Picture (Film Terbaik). Sebagai film yang mengangkat kisah seorang perempuan muda yang berjuang melawan ketidakadilan sosial, Anora berhasil menyentuh hati banyak penonton dan juri. Sean Baker, yang dikenal dengan gaya realisme sosialnya, membawa kisah yang begitu dekat dengan realitas, tetapi tetap dikemas dengan estetika sinematik yang memukau.

  • Best Picture (Film Terbaik)

Kemenangan Anora sebagai Film Terbaik tidaklah mengejutkan. Film ini telah mendominasi musim penghargaan sebelumnya, dan Oscar 97 menjadi puncak dari perjalanan gemilangnya. Dengan naskah kuat, penyutradaraan yang tajam, serta akting luar biasa dari para pemerannya, Anora dinilai sebagai film yang paling berpengaruh tahun ini.

  • Best Director (Sutradara Terbaik)

Keberhasilan Anora tentu tidak lepas dari tangan dingin Sean Baker. Sutradara ini kembali membuktikan kemampuannya dalam menggarap cerita dengan pendekatan yang dekat dengan realitas sosial. Dalam pidato kemenangannya, Baker berterima kasih kepada para pemeran dan kru, serta menyoroti pentingnya menceritakan kisah-kisah kaum marginal di layar lebar.

  • Best Actrees (Aktris Terbaik) - Mikey Madison

Mikey Madison memenangkan piala Aktris Terbaik atas perannya yang penuh intensitas dalam Anora. Karakter yang ia perankan mengalami transformasi emosional yang mendalam, dan aktingnya berhasil menciptakan momen-momen paling kuat di film ini.

  • Best Original Screenplay (Skenario Orisinal Terbaik)

Naskah orisinal Anora mendapat pujian karena berhasil menyampaikan cerita yang sederhana namun penuh makna. Dialog yang tajam, karakterisasi yang kuat, dan alur yang emosional membuat film ini layak meraih penghargaan Skenario Orisinal Terbaik.

  • Best Film Editing (Penyuntingan Terbaik)

Teknik editing dalam Anora memainkan peran penting dalam membangun intensitas emosional film. Transisi yang dinamis, pemilihan adegan yang tepat, serta ritme yang terjaga membuat film ini terasa hidup dan memikat dari awal hingga akhir.

2. THE BRUTALIST : Sinematografi dan Akting Luar Biasa

Film karya Brady Corbet, The Brutalist, membawa pulang 3 penghargaan, menjadikannya salah satu film yang paling diakui dalam Oscar 2025.

  • Best Actor (Aktor Terbaik) - Adrien Brody

Adrien Brody memberikan penampilan yang luar biasa sebagai László Tóth, seorang arsitek Yahudi yang bermigrasi ke Amerika setelah Perang Dunia II. Adrien Brody menampilkan kompleksitas emosional karakter ini—dari ketahanan menghadapi tragedi hingga ambisi untuk membangun sesuatu yang monumental. Dengan ekspresi subtil dan akting yang mendalam, Adrien Brody berhasil menghidupkan karakter ini dengan cara yang begitu menyentuh.

  • Best Cinematography (Sinematografi Terbaik)

Sinematografi Lol Crawley dalam The Brutalist menjadi salah satu aspek paling memukau dari film ini. Gaya visual yang artistik, pencahayaan yang dramatis, dan komposisi gambar yang menawan berhasil menghidupkan gaya brutalisme yang minimalis sesuai dengan konsep film, yang tentunya membuat film ini layak meraih penghargaan di kategori ini.

  • Best Original Score (Skor Musik Terbaik)

Musik dari Daniel Blumberg menciptakan atmosfer yang begitu kuat dengay gaya avant-garde serta industrialisnya dalam The Brutalist, memperkuat narasi film dengan komposisi yang emosional dan mendalam, serta sangat mendukung konsep seni brutalismenya

3. NO OTHER LAND : Dokumenter yang Mengubah Perspektif Dunia

Momen paling emosional di Oscar tahun ini adalah kemenangan No Other Land, sebuah dokumenter yang menyoroti konflik Palestina. Film ini dibuat oleh Basel Adra (Palestina) dan Yuval Abraham (Israel), yang merekam realitas kehidupan warga Palestina di tengah ketidakadilan yang terjadi.

Saat menerima penghargaan, Basel Adra memberikan pidato yang menggetarkan hati. "'No Other Land' mencerminkan kenyataan pahit yang telah kami hadapi selama beberapa dekade dan masih terus kami perjuangkan, sambil menyerukan kepada dunia untuk mengambil tindakan serius guna menghentikan ketidakadilan dan menghentikan pembersihan etnis terhadap rakyat palestina," katanya dengan suara bergetar.

Film ini dipuji karena keberaniannya dalam menghadirkan perspektif langsung dari korban konflik, serta pendekatan sinematiknya yang tetap estetis meskipun mengangkat isu yang sangat menyakitkan.

4. I'M STILL HERE : Film dari Brazil yang Menjadi Film Internasional Terbaik

Film ini mengangkat cerita keluarga dengan pendekatan yang unik, menjelajahi tema kebebasan dan kehilangan dengan cara yang artistik. Sebuah film yang menyajikan eksplorasi emosional tentang identitas, keluarga, dan keberlanjutan hidup di tengah dunia yang berubah.

Dimana film ini tidak hanya memenangkan hati para juri, tetapi juga banyak dipuji karena pendekatannya yang unik terhadap tema-tema universal.

5. CONCLAVE : Skenario Adaptasi Terbaik Untuk Kisah Politik Yang Menegangkan

Kategori Best Adapted Screenplay (Skenario Adaptasi Terbaik) dimenangkan oleh Conclave, sebuah film politik-thriller yang diadaptasi dari novel karya Robert Harris. Naskah yang ditulis oleh Peter Straughan berhasil menangkap ketegangan dan kompleksitas politik dalam proses pemilihan Paus yang penuh intrik.

Dengan pendekatan dialog yang kuat dan narasi yang berlapis, film ini mengajak penonton menyelami dunia Vatikan yang jarang dieksplorasi dalam sinema. Kemenangan ini menegaskan bahwa adaptasi dari novel politik bisa menjadi tontonan yang menggigit, dengan narasi yang tetap relevan dan mencerminkan dinamika kekuasaan di dunia nyata.

6. FLOW : Animasi Sangat Indah Dengan Gaya Revolusionernya

Kategori Best Animated Feature (Film Animasi Terbaik) dimenangkan oleh Flow, sebuah film yang berhasil membawa terobosan baru dalam dunia animasi dengan pendekatan artistik yang unik dan narasi tanpa dialog. Keunikan Flow terletak pada caranya menceritakan kisah emosional tanpa menggunakan dialog, hanya mengandalkan animasi ekspresif, desain suara yang luar biasa, dan sinematografi yang imersif.

Film ini menghadirkan perjalanan karakter utama—kucing hitam dan para hewan lainnya yang berpetualang—dengan visual yang menakjubkan dan makna filosofis yang mendalam. Salah satu aspek paling revolusioner dari Flow adalah teknik animasinya yang menggunakan "painterly style", yaitu gaya animasi yang menyerupai goresan tangan dalam lukisan, menciptakan visual yang begitu hidup dan ekspresif. Teknik ini memberikan kesan seolah-olah setiap frame adalah sebuah karya seni lukis yang bergerak, menghadirkan tekstur yang kaya dan mendalam, berbeda dari animasi digital konvensional yang sering mengandalkan tampilan yang lebih bersih dan rapi.

7. A REAL PAIN : Penampilan yang Luar Biasa dari Kieran Culkin sebagai Aktor Pendukung

Kategori Best Supporting Actor (Aktor Pendukung Terbaik) di Oscar 2025 diraih oleh Kieran Culkin berkat perannya sebagai Benji Kaplan dalam film A Real Pain. Kemenangan ini menjadi pencapaian besar bagi Kieran Culkin.

Salah satu alasan utama mengapa Kieran Culkin memenangkan kategori ini adalah kemampuannya untuk membawa kedalaman emosional ke dalam karakter Benji, yang di satu sisi tampak sebagai sosok cerewet, sarkastik, dan penuh humor, tetapi di sisi lain menyembunyikan luka batin yang mendalam. Perannya tidak hanya sekadar menjadi karakter komik yang memberikan hiburan di tengah cerita yang serius, tetapi juga menjadi sumber ketegangan emosional dalam film.

8. EMILIA PEREZ : Penampilan yang Menakjubkan dari Zoe Saldana sebagai Aktris Pendukung

Kategori Best Supporting Actress (Aktris Pendukung Terbaik) di Oscar 2025 dimenangkan oleh Zoe Saldana atas perannya sebagai Rita Mora Castro dalam film musikal kriminal Emilia Pérez. Kemenangan ini menjadi pencapaian besar bagi Saldana, yang selama ini lebih dikenal melalui perannya dalam franchise blockbuster seperti Avatar dan Guardians of the Galaxy Trilogy.

Zoe Saldana berhasil menghadirkan kompleksitas karakter Rita—seorang wanita yang berada di tengah konflik antara kesetiaan, ketakutan, dan empati, sembari mencoba memahami keputusan radikal Emilia Pérez. Salah satu kekuatan utama aktingnya adalah kemampuannya menyampaikan emosi yang mendalam tanpa kata-kata berlebihan. Dalam banyak adegan, ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya lebih berbicara daripada dialog, memperlihatkan perpaduan antara rasa penasaran, ketidakpercayaan, hingga empati yang mendalam terhadap perjalanan hidup Emilia.

9. DUNE PART TWO : Kehebatan Pengalaman Sinematik dalam Visual Efek dan Tata Suara

Sebagai sekuel dari Dune (2021) yang sukses besar, film arahan Denis Villeneuve ini kembali mengukuhkan diri sebagai mahakarya sinematik dengan pencapaian luar biasa dalam aspek teknis, khususnya dalam penciptaan dunia Arrakis yang begitu nyata dan mendalam.

  • Best Visual Efek (Visual Efek Terbaik)

Kemenangan Dune: Part Two dalam kategori Best Visual Effects (Visual Efek Terbaik) sudah diprediksi oleh banyak pihak karena film ini menampilkan penggunaan efek visual yang revolusioner dan sangat mendetail, terutama dalam menghadirkan lingkungan gurun Arrakis, makhluk raksasa seperti Sandworm, serta pertempuran berskala epik. Tim efek visual di balik Dune: Part Two, yang dipimpin oleh Paul Lambert, Tristan Myles, Brian Connor, dan Gerd Nefzer, mengandalkan kombinasi antara praktikal efek dan CGI mutakhir untuk menciptakan dunia yang terasa nyata dan organik. Dengan pencapaian luar biasa ini, Dune: Part Two berhasil memenangkan kategori Best Visual Effects dengan pengakuan bahwa film ini tidak hanya mengandalkan CGI untuk tampilan spektakuler, tetapi juga menciptakan efek yang benar-benar menyatu dengan dunia yang dibangun.

  • Best Sound (Tata Suara Terbaik)

Dune: Part Two juga memenangkan Best Sound (Tata Suara Terbaik) berkat desain suara yang inovatif dan menciptakan atmosfer yang benar-benar menghidupkan dunia Arrakis. Tim tata suara yang dipimpin oleh Mark Mangini, Theo Green, Doug Hemphill, Ron Bartlett, dan Richard King, bekerja keras untuk menciptakan landscape suara yang begitu mendalam, menjadikan setiap adegan terasa lebih nyata dan emosional. Dengan keberhasilannya menciptakan soundscape yang benar-benar mendalam dan inovatif, Dune: Part Two dengan mudah memenangkan kategori Best Sound, menegaskan bahwa film ini tidak hanya memanjakan mata tetapi juga telinga penontonnya.

10. WICKED : Keajaiban Dunia Emerald dalam Desain Kostum dan Tata Produksi

Sebagai salah satu film yang paling dinantikan tahun ini, Wicked menyajikan dunia sihir Oz dengan skala yang lebih megah dan imersif, yang diwujudkan melalui desain kostum spektakuler dan tata produksi yang menciptakan latar yang begitu memukau.

  • Best Costume Design (Desain Kostum Terbaik)

Salah satu aspek yang membuat Wicked begitu memikat adalah desain kostumnya yang penuh warna, detail, dan memiliki ciri khas yang kuat. Dengan menggabungkan elemen fantasi, keanggunan klasik, serta gaya khas dunia Broadway, film ini sukses menghadirkan penampilan karakter yang unik dan memukau. Tim desain kostum yang dipimpin oleh Paul Tazewell, yang sebelumnya juga bertanggung jawab atas kostum di film musikal West Side Story (2021), berhasil menciptakan pakaian yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mendukung perkembangan karakter dalam film ini. Penghargaan Best Costume Design (Desain Kostum Terbaik) yang diraih oleh Wicked adalah bukti bagaimana busana dalam film ini berperan penting dalam membawa dunia Oz ke layar lebar dengan penuh keajaiban dan keindahan. Kostum dalam Wicked tidak hanya sekadar pakaian, tetapi menjadi bagian dari narasi dan perkembangan karakter, memperkuat tema film dengan warna dan detail yang kaya.

  • Best Production Design (Tata Produksi Terbaik)

Selain kostum yang memukau, Wicked juga memenangkan Best Production Design berkat set desainnya yang sangat detail dan imersif, yang membuat dunia Oz terasa begitu hidup. Tim desain produksi yang dipimpin oleh Nathan Crowley dan Sarah Greenwood sebelumnya juga menangani desain produksi untuk film epik seperti The Dark Knight dan Beauty and the Beast. Dengan pengalaman tersebut, mereka berhasil menciptakan dunia Oz yang spektakuler dan fantastis tanpa kehilangan nuansa Broadway aslinya. Set dalam film ini menghidupkan dunia Oz dengan keindahan yang spektakuler, menjadikannya salah satu adaptasi musikal dengan desain visual terbaik sepanjang masa.

11. THE SUBSTANCE : Transformasi Body Horror yang Revolusioner

Film horror psikologis, sekaligus body horror The Substance, yang disutradarai oleh Coralie Fargeat, sukses membawa pulang piala Oscar untuk Best Makeup and Hairstyling di Oscar 2025. Film ini menampilkan transformasi tubuh yang ekstrem dan mengerikan, menjadikannya salah satu karya dengan efek riasan prostetik terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

Tim makeup yang menangani The Substance adalah Aurélien Pallier, Morgane Bernhard, dan David Scherer, yang sebelumnya dikenal dalam proyek-proyek horor dengan efek praktis yang luar biasa detail dan mengerikan. Efek prostetik dan tata rias dalam The Substance menciptakan transformasi tubuh yang mengerikan, memperkuat atmosfer horor yang intens, dan memperlihatkan degradasi fisik karakter dengan cara yang brutal, realistis, dan mengganggu. Dengan kemenangan ini, The Substance membuktikan bahwa makeup dan hairstyling dalam film tidak hanya digunakan untuk mempercantik, tetapi juga sebagai alat bercerita yang kuat, terutama dalam genre horor.

PENUTUP

Seiring berakhirnya malam yang penuh gemerlap ini, Oscar 2025 meninggalkan kesan yang mendalam bagi semua yang menyaksikannya. Ini bukan sekadar malam penghargaan, tetapi juga selebrasi atas seni, kreativitas, dan suara-suara yang berani untuk tampil berbeda.

Sean Baker dan Anora telah membuktikan bahwa film independen masih memiliki daya saing yang kuat, mengalahkan produksi besar dan membuktikan bahwa cerita yang mendalam bisa memenangkan hati banyak orang.

Di sisi lain, No Other Land menunjukkan bahwa dokumenter bisa lebih dari sekadar film—ia bisa menjadi pergerakan, sebuah pernyataan politik yang menyentuh banyak hati.

Sementara itu, Adrien Brody, Mikey Madison, Kieran Culkin, dan Zoe Saldaña telah mengukir sejarah baru dengan penampilan mereka yang luar biasa, membuktikan bahwa akting yang emosional dan autentik adalah kunci utama untuk mencuri perhatian para juri Oscar.

Dan tentu saja, dunia perfilman terus berkembang. Dengan teknologi yang semakin maju, film seperti Dune: Part Two menampilkan bagaimana efek visual dan tata suara dapat menciptakan pengalaman sinematik yang spektakuler. Sedangkan Wicked membuktikan bahwa musikal masih memiliki tempat khusus di hati penonton. Dan akhirnya, The Substance dengan tata rias dan efek prostetiknya yang luar biasa "disturbing", menegaskan bahwa sinema horor masih bisa menghadirkan sesuatu yang segar dan inovatif, bukan sekadar jump scare belaka.

Malam Academy Awards ke-97 (Oscar 2025) bukan hanya tentang piala yang dibawa pulang, tetapi juga bagaimana perfilman terus berevolusi dengan eksplorasi visual, narasi yang menggugah, serta keberanian para sineas dalam menyampaikan cerita yang berani dan berbeda. Dari film dengan isu sosial, adaptasi novel yang mendalam, hingga animasi dan efek visual yang memukau, ajang Oscar kali ini membuktikan bahwa dunia sinema terus berkembang dan siap menghadirkan kejutan baru di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....