26 Maret: Purple Day, Saatnya Peduli Epilepsi
- 25 Mar 2026 22:03 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Setiap tanggal 26 Maret, dunia memperingati Purple Day atau Hari Kesadaran Epilepsi Sedunia. Momentum ini dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang epilepsi sekaligus mengurangi stigma yang masih sering dialami para penyandangnya.
Peringatan ini bermula pada 2008, diprakarsai oleh Cassidy Megan, seorang remaja asal Kanada yang hidup dengan epilepsi. Ia ingin menunjukkan bahwa kondisi tersebut bukan sesuatu yang perlu ditakuti atau disembunyikan. Sejak saat itu, Purple Day berkembang menjadi gerakan global yang diikuti berbagai negara, dengan simbol warna ungu sebagai bentuk solidaritas.
Menurut data dari World Health Organization, epilepsi merupakan salah satu gangguan neurologis paling umum di dunia, dengan lebih dari 50 juta orang terdampak. Penelitian WHO juga menyebutkan bahwa sekitar 70 persen penderita epilepsi sebenarnya dapat hidup normal jika mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Namun, kurangnya edukasi membuat banyak kasus tidak tertangani secara optimal.
Selain itu, studi yang dipublikasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan bahwa stigma sosial menjadi salah satu tantangan terbesar bagi penyandang epilepsi. Diskriminasi di lingkungan sosial hingga tempat kerja masih kerap terjadi akibat minimnya pemahaman masyarakat terhadap kondisi ini.
Melalui peringatan Purple Day, masyarakat diajak untuk lebih peduli, salah satunya dengan mengenakan pakaian berwarna ungu sebagai simbol dukungan. Lebih dari sekadar seremonial, momen ini juga menjadi pengingat bahwa edukasi tentang epilepsi sangat penting agar penderita mendapatkan dukungan yang layak.
Dengan meningkatnya kesadaran, diharapkan stigma terhadap epilepsi dapat berkurang, sehingga para penyandangnya bisa menjalani kehidupan yang lebih inklusif dan berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....