Mahasiswa Penjual Es Dawet Ayu
- 31 Okt 2025 16:18 WIB
- Kendari
KBRN,Kendari: Di bawah payung biru sederhana di tepi jalan poros dekat Kampus Tridarma Kendari, tampak sebuah gerobak berwarna hijau kuning bertuliskan Es Dawet Ayu Asli Banjarnegara. Di balik gerobak itu, ada penjual cantik bernama Herni seorang mahasiswa semester akhir.
Sudah lebih dari sebulan Herni menekuni pekerjaan sampingan ini. Ia mulai berjualan sejak pukul sembilan pagi hingga menjelang sore. Meski baru terjun di dunia usaha, semangatnya tak surut.
“Awalnya pendapatan saya sekitar enam puluh ribu rupiah per hari, tapi sekarang bisa naik jadi tujuh puluh ribu. karena cuaca di kota kendari saat ini kurang mendukung jadi saya ada tambahan sepuluh ribu rupiah,” ujarnya.
Es dawet yang dijual Herni bukan buatan sendiri. Ia bekerja membantu menjualkan produk dari sebuah perusahaan minuman tradisional yang kini sudah memiliki enam cabang, salah satunya di kawasan Anggoya.
“Saya hanya menjaga satu tempat saja, tidak berpidah-pindah tempat,” tuturnya.
Rasa khas dari Es Dawet Ayu Banjarnegara berasal dari perpaduan gula merah, santan, dan cendol yang terbuat dari tepung beras atau sagu. Dengan harga lima ribu rupiah per porsi, minuman ini menjadi pilihan segar di tengah panasnya cuaca Kota Kendari. Tak jarang, pembeli datang borongan, bahkan ada yang memesan secara daring.
Bagi Herni, pekerjaan ini bukan sekadar mencari tambahan penghasilan, tapi juga cara untuk belajar mandiri. “Dari hasil jualan ini, saya bisa menutupi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Keberadaan gerobak Es Dawet Ayu milik Herni menambah warna di sudut kota. Di antara hiruk-pikuk kendaraan dan teriknya matahari Kendari, segelas es dawet racikan khas Banjarnegara menjadi penawar dahaga yang membawa cita rasa Jawa ke tanah Sulawesi. (Nur Salam, Universitas Halu Oleo)