Megawati, Sosok Dibalik Terciptanya Akrilik Flowers
- 31 Okt 2025 15:52 WIB
- Kendari
KBRN,Kendari: Dari kebutuhan yang sederhana, lahirlah semangat besar untuk mandiri. Itulah kisah inspiratif dari Megawati seorang perempuan muda asal Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) berusia 32 tahun yang kini dikenal sebagai pemilik usaha kreatif bernama Akrilik Flowers di Kota Kendari.
Semua berawal ketika Megawati masih menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan. Saat itu, ia hanyalah seorang mahasiswi yang tengah berjuang menyelesaikan semester akhir.
Sebagai anak kos, kebutuhan hidup dan biaya kuliah menjadi tantangan tersendiri. Hingga suatu hari, ia terinspirasi dari video di YouTube tentang pembuatan buket bunga dan papan ucapan akrilik.
Dengan modal semangat dan rasa ingin tahu, Megawati mencoba membuat satu dua karya untuk dijual. Tak disangka, teman-teman kampusnya mulai tertarik dan memesan hasil karyanya. Dari situlah ide usaha mulai tumbuh, dan perlahan menjadi sumber penghasilan tetap setelah lulus kuliah.
Inspirasi besarnya datang dari teman-teman di kampus, terutama dari kegiatan mahasiswa yang berhubungan dengan desain interior dan seni merangkai bunga. Salah seorang temannya pernah berkata, “Mega, kalau nanti sudah lulus, coba deh buka bisnis yang berhubungan dengan desain dan bunga.” Kalimat sederhana itu menjadi doa dan dorongan yang akhirnya membentuk jalan usahanya hari ini.
Produk yang ditawarkan Akrilik Flowers kini ada dua jenis utama pertama papan ucapan akrilik dan kedua buket bunga. Papan akrilik biasanya dipesan mahasiswa untuk momen penting seperti ujian, seminar proposal, hingga sidang skripsi. Sementara buket bunga menjadi primadona di masa wisuda, lamaran, ulang tahun, dan berbagai momen spesial lainnya.
Proses pembuatannya tidak sederhana. Megawati kerap mengamati desain-desain dari berbagai sumber, terutama media sosial seperti Instagram dan TikTok. Dari sana ia belajar, meniru, lalu mengembangkan dengan gaya khasnya sendiri menghadirkan produk yang tidak monoton dan selalu memiliki sentuhan pribadi.

Saat musim wisuda tiba, penjualan buket melonjak. Sementara papan akrilik ramai dipesan di musim ujian dan seminar proposal serta sidang mahasiswa di Kota Kendari. Namun, di tengah tingginya permintaan, Megawati mengakui bahwa tantangan terbesar datang dari pesaing yang semakin kreatif. Bagi Megawati, kuncinya adalah tidak mudah menyerah.
Ia terus mempelajari tren baru, mengikuti gebrakan desain di media sosial, dan berinovasi agar produknya selalu menarik di mata pelanggan.
Promosi pun dilakukan secara aktif melalui Instagram, TikTok, dan WhatsApp. Melalui akun Akrilik Flowers, Megawati menampilkan testimoni pelanggan, foto-foto hasil karyanya, serta desain buket dan papan ucapan yang bisa dipesan sesuai keinginan. Menariknya, semua dikerjakan sendiri dan sedikit bantuan oleh adiknya di rumah.
Pencapaian paling membanggakan bagi Megawati bukan semata soal pendapatan, tetapi perubahan hidup yang ia rasakan. Dulu, ia sempat khawatir tidak punya pekerjaan setelah lulus kuliah. Kini, dari rumahnya sendiri, ia bisa mandiri dan berpenghasilan dari hasil karya tangannya sendiri.
Tanggapan pelanggan pun sangat positif. Banyak yang memuji tampilan produk Akrilik Flowers yang premium, unik, serta pelayanan cepat dan ramah.
Di masa depan, Megawati berharap bisa memperluas usahanya, memiliki toko besar, dan bersaing di dunia bisnis yang lebih luas. Sebuah mimpi yang perlahan mulai ia wujudkan dari kesederhanaan, kerja keras, dan ketulusan hati.
Dari Kolaka Utara, kisah Megawati menjadi pengingat bahwa peluang bisa datang dari mana saja bahkan dari kebutuhan yang paling sederhana. Selama ada niat, kreativitas, dan kemauan untuk belajar, tak ada yang mustahil untuk dicapai.
(Putri Wirananda, UHO).