Pak Salim, 20 Tahun Mengayuh Becak

  • 12 Feb 2025 09:36 WIB
  •  Kendari

KBRN,Kendari: Disudut jalan yang ramai dengan hiruk-pikuk kota kendari, seorang pria paruh baya tampak sabar menunggu penumpang di atas becaknya.

Bapak yang dikenal dengan panggilan pak Salim ini, berusia 42 tahun dan telah mengayuh becak sejak 20 tahun yang lalu.

“Usia saya sudah 42 tahun dan melakukan pekerjaan ini sebagai tukang becak sudah hampir 20 tahun,” ungkap pak Salim, kepada RRI Kendari di tempat mangkal becaknya.

Menarik becak merupakan pekerjaan yang sudah menjadi bagian dari hidup pak Salim.

Setiap hari, ia biasa membawa pulang uang sekitar Rp 100.000 dan menyisihkan Rp 10.000 untuk biaya becak yang disewanya.

Meski hasilnya tak selalu menentu dan tak seberapa, penghasilan dari mengayuh becak ini, ia gunakan untuk biaya hidup bersama istri dan ketiga anak-anaknya.

“Paling banyak tiap hari itu bisa saya dapat Rp 100.000, nanti dipotong Rp 10.000 untuk bayar sewa becak ini,” tutur pak salim.

Sebagai seorang Ayah, pak Salim tak ingin anak-anaknya menjadi sama seperti dirinya. Ia sadar bahwa ilmu sangat penting bagi anak-anaknya untuk memiliki masa depan yang lebih baik.

Karena itu, pak Salim bertekad untuk bekerja keras dengan tak hanya bergantung pada becak, tapi juga sesekali ia bekerja sebagai buruh bangunan. Semua itu ia lakukan demi anak-anaknya agar bisa melanjutkan pendidikan.

“Anak saya ada tiga orang, sekarang semuanya lagi sekolah. Salah satunya tahun ini Insya Allah sudah akan kuliah,“ cetusnya.

Meski begitu, perjuangan tak selalu mudah. Di tengah gempuran transportasi modern, tukang becak seperti Pak Salim harus bertahan dengan segala cara. Kadang sepi penumpang, kadang hujan turun membuatnya tak bisa menarik becak.

Namun, semangatnya tak pernah surut. Doa yang tak pernah luput ia panjatkan adalah semoga selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam proses mencari nafkah setiap harinya.

Pak Salim adalah potret pekerja keras yang pantang menyerah, meski lelah mengayuh becak, ia tak pernah lelah mengayuh asa demi masa depan anak-anaknya.

(Umi Kulsum, Nur Insani, Cici Mey Hasnawati – IAIN Kendari)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....