Gerakan Pangan Murah Sultra Tekan Harga dan Kendalikan Inflasi

  • 24 Agt 2026 23:16 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Ketahanan Pangan Sultra kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut berlangsung di Pelataran Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Senin (24 Agustis 2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Aris Sismanto, mengatakan GPM menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

“Tujuan Gerakan Pangan Murah ini untuk menstabilkan harga, untuk keterjangkauan harga, dan tentunya untuk memperkuat ketersediaan pasokan pangan kita,” ujar Aris.

Menurutnya, melalui GPM masyarakat dapat memperoleh sejumlah kebutuhan pangan langsung dari produsen dan distributor. Langkah tersebut memangkas mata rantai distribusi sehingga harga yang diterima masyarakat lebih rendah dibandingkan harga pasar.

“Dengan Gerakan Pangan Murah ini mata rantai itu kita pangkas sehingga masyarakat kita bisa menikmati harga dari distributor,” jelasnya.

Aris menyebutkan, hingga 24 Agustus 2026, GPM telah dilaksanakan sebanyak 218 kali di Sulawesi Tenggara. Kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjaga stabilitas harga pangan.

Ia mengatakan inflasi Sultra periode Januari hingga Juli 2026 menunjukkan tren penurunan. Namun, berdasarkan rilis Juli 2026, inflasi Sultra masih berada di angka 3,43 persen. Komponen makanan, minuman, dan tembakau masih memberikan andil terhadap inflasi.

Pelaksanaan GPM juga akan terus diperluas hingga wilayah pelosok dan kepulauan. Kondisi geografis Sulawesi Tenggara yang memiliki banyak wilayah kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam distribusi pangan.

“Bapak Gubernur terus akan memasifkan Gerakan Pangan Murah ini sehingga masyarakat kita yang ada di pelosok dan juga di kepulauan bisa menikmati harga yang sama dengan yang ada di Kota Kendari,” ujarnya.

Dalam GPM tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Beras premium 10 kilogram dijual Rp155.000, beras SPHP 5 kilogram Rp56.000, minyak goreng 1 liter Rp20.000, minyak Bimoli 2 liter Rp46.000, minyak Filma 2 liter Rp45.000, gula pasir 1 kilogram Rp17.500, telur ayam Rp48.000, bawang merah 1 kilogram Rp30.000, dan bawang putih Rp40.000.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....