Tim PKM UMW Dampingi UMKM Indoherbal Konawe Penuhi Standar Jamu Lokal Naik Kelas

  • 23 Jun 2026 10:08 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Dalam upaya mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) jamu agar dapat naik kelas, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Mandala Waluya (UMW) menggelar pendampingan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) bagi UMKM Indoherbal.

Kegiatan yang berfokus pada standarisasi produksi dan rancangan label untuk produk jamu cair serta bubuk instan ini sukses diselenggarakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, bertempat di Desa Punggaluku, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe.

Pelaksanaan program pengabdian kemitraan masyarakat ini didukung secara penuh melalui pendanaan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun pelaksanaan 2026.

Pemilihan UMKM Indoherbal sebagai mitra sasaran dilatarbelakangi oleh permasalahan legalitas edar yang membatasi jangkauan pasar mereka.

Meskipun saat ini UMKM Indoherbal telah mengantongi legalitas dasar seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Halal, serta sertifikat Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk produk makanan dan minumannya, khusus untuk produk jamu mereka belum memiliki nomor izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kendala utama ini disebabkan oleh belum terpenuhinya standar produksi CPOTB secara komprehensif, yang mana persyaratannya dinilai jauh lebih kompleks dibandingkan CPPOB.

Kondisi ini sangat membatasi ruang gerak Indoherbal untuk memperluas pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen secara lebih luas.

Oleh karena itu, intervensi pendampingan teknis sangat diperlukan guna menjembatani kesenjangan antara praktik produksi tradisional yang eksisting dengan standar mutu dan higienitas regulasi pemerintah. Kolaborasi Tim Multidisiplin

Guna memberikan solusi penyelesaian masalah yang terintegrasi, kegiatan pengabdian ini digagas oleh tim multidisiplin dari UMW. Tim dipimpin langsung oleh Fitri Yanti selaku Ketua Pengusul dari Program Studi Kesehatan Masyarakat.

Program ini juga didukung oleh tenaga ahli dari Program Studi Farmasi selaku Anggota Pelaksana, yakni Nurqomaria dan Selpirahmawati Saranani.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pembelajaran berbasis proyek bagi mahasiswa (IKU 2), program ini turut menerjunkan dua mahasiswa S1 Farmasi sebagai asisten lapangan dan agen transfer pengetahuan, yaitu Imelya Putri dan Maghfira Dwi Rahayu. Rangkaian Edukasi dan Pendampingan

Dalam pelaksanaannya, Nur Qomariah, S.Si., M.Si. (Nurqomaria) bertindak sebagai pemateri utama yang membawakan edukasi mengenai "Standar Higiene Sanitasi dan Pengendalian Vektor" dalam ruang lingkup produksi obat tradisional.

Edukasi ini merupakan fondasi vital bagi mitra untuk menjaga kebersihan peralatan, mencegah kontaminasi produk, dan mengendalikan hama di fasilitas kerja, yang menjadi syarat krusial agar lolos audit CPOTB.

"Tujuan besar dari program ini adalah mengawal UMKM Indoherbal agar mampu memperoleh sertifikat CPOTB Tahap 1 dari BPOM," ungkap Fitri Yanti, Ketua Tim PKM UMW.

Hal ini tidak hanya memperluas akses pasar mereka, namun juga akan langsung berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.

“Dengan adanya perbaikan standarisasi pada tata cara produksi dan perancangan label kemasan yang mematuhi aturan regulasi, kami optimis jamu unggulan dari Konawe ini bisa mendapatkan izin edar resmi,” lanjutnya.

Kegiatan ini mendapat respon sangat positif dari pemilik UMKM Indoherbal beserta para anggotanya, yang siap berkomitmen menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai panduan dari tim PKM UMW demi menghasilkan produk jamu berkualitas tinggi yang aman dikonsumsi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....