Bank Indonesia Targetkan 400 Barista Bersertifikat Internasional per Tahun
- 22 Jun 2026 20:42 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Bank Indonesia (BI) menargetkan melahirkan 400 barista bersertifikat internasional setiap tahun melalui Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing industri kopi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar kopi global.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan Indonesia memiliki potensi besar di sektor kopi, baik dari sisi produksi maupun permintaan internasional. Namun, jumlah tenaga kerja yang memiliki sertifikasi internasional masih sangat terbatas dibandingkan peluang yang tersedia.
"Kopi Indonesia luar biasa potensinya untuk menembus pasar global. Potensinya mencapai US$ 12,5 miliar dari pendapatannya. Itu dari barista kopi, lho. Gerai kopi bagaimana pertumbuhannya? Pertumbuhan gerai kopi mencapai 23,9 persen per tahun, sehingga potensinya sangat besar," ujar Perry dalam sambutannya pada acara Kick Off Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026, Senin (22/6/2026).
Data yang dikemukakan Perry menunjukkan tantangan yang ada: dari sekitar 923.000 barista di Indonesia, baru sekitar 100 orang yang tercatat memiliki sertifikasi internasional. Untuk menutup kesenjangan itu, BI memasang target 400 barista bersertifikat internasional setiap tahun — sebuah angka yang menurut Perry setara empat kali lipat jumlah sertifikasi yang ada saat ini.
Program Cangkir Barista dan ekosistem kopi
Salah satu program unggulan dalam inisiatif BI ini adalah "Program Cangkir Barista", yang menjadi bagian dari empat program prioritas dalam paket Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu. Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti rangkaian pelatihan kewirausahaan, pelatihan teknis barista, sertifikasi kompetensi internasional, serta praktik magang dan pendampingan usaha.
Selain menyiapkan tenaga terampil di kafe dan gerai kopi, BI menekankan bahwa program tersebut juga bertujuan membangun ekosistem kopi yang kuat dari hulu ke hilir. Peserta yang berhasil mengembangkan usaha diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas biji kopi yang diproduksi petani lokal, sehingga nilai tambah industri turut meningkat.
"Keberhasilan industri kopi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan meracik kopi, tetapi juga oleh kualitas bahan baku yang dihasilkan petani. Program ini kami rancang agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh pelaku dalam rantai industri kopi nasional," kata Perry.
Dampak ekonomi dan peluang pengembangan
Peningkatan kapasitas barista bersertifikat dipandang BI sebagai salah satu kunci membuka akses pasar ekspor, memperkuat citra kopi spesialti Indonesia, dan menarik investasi pada sektor hilirisasi. Dengan pertumbuhan gerai kopi yang cepat, permintaan terhadap tenaga kerja terampil juga diperkirakan meningkat — memberi peluang bagi UMKM dan tenaga kerja muda untuk naik kelas.
Pelaksanaan program akan melibatkan kolaborasi antara BI, institusi pelatihan, asosiasi industri kopi, serta pelaku usaha lokal untuk memastikan standar sertifikasi internasional terpenuhi dan manfaat program dapat menjangkau petani, pengolah, dan pemilik gerai.
BI belum merilis rincian anggaran dan tahapan pelaksanaan untuk target 400 barista per tahun. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran, kriteria seleksi, dan jadwal pelatihan diperkirakan akan diumumkan menyusul implementasi program.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....