UMKM dan OPD di Konawe Diajak Lebih Protektif
- 20 Mei 2026 10:18 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID Konawe – Kepala Bidang Kekayaan Intelektual (KI) Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi Kekayaan Intelektual di kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Konawe. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pelindungan dan pemanfaatan Kekayaan Intelektual, khususnya di bidang Hak Cipta dan Merek.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang KI, Linda Fatmawati Saleh, yang dalam paparannya menegaskan bahwa pelindungan KI merupakan langkah strategis dalam meningkatkan nilai ekonomi suatu karya maupun produk daerah.
“Pelindungan Hak Cipta dan Merek tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing produk dan kreativitas masyarakat. Oleh karena itu, kami mendorong para pelaku usaha dan instansi daerah untuk mulai sadar pentingnya mendaftarkan karya maupun mereknya,” ujar Linda, Rabu 20 Mei 2026.
Selain penyampaian materi sosialisasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan konsultasi pendaftaran merek dan hak cipta. Para peserta diberikan kesempatan untuk berkonsultasi secara langsung terkait prosedur, persyaratan, hingga potensi KI yang dapat didaftarkan.
Sosialisasi ini dihadiri oleh 51 orang peserta yang berasal dari berbagai kalangan, terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pelaku UMKM di Kabupaten Konawe. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan konsultasi selama kegiatan berlangsung.
Menanggapi pelaksanaan kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara, Topan Sopuan, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara Kanwil Kemenkum Sultra dan pemerintah daerah dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelindungan KI.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak karya dan produk unggulan daerah yang memperoleh pelindungan hukum melalui Kekayaan Intelektual. Dengan demikian, potensi ekonomi daerah juga dapat berkembang lebih optimal,” ungkap Topan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....