Olahan Pangan Jambu Mete dengan Olahan Kacang UMKM

  • 10 Jan 2025 16:48 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Industri kuliner di Kota Kendari semakin berkembang dengan munculnya berbagai inovasi produk dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya adalah olahan pangan berbahan dasar jambu mete dan kacang dengan berbagai varian yang diperkenalkan oleh Ibu Agustina, pemilik Ravina, saat wawaancara di acara Pabbalu UMKM RRI Pro 4 Kendari, yang berlangsung pada Senin, 6 Januari 2025. Dalam wawancara khusus tersebut, Ibu Agustina berbagi cerita tentang bagaimana ia mengembangkan produk olahan yang unik dan bergizi ini.

Ibu Agustina (Owner Ravina) memulai perbincangan dengan menjelaskan konsep utama dari Ravina, yang berfokus pada pemanfaatan bahan-bahan lokal dan belum banyak dieksplorasi secara maksimal. "Kami mencoba mengembangkan produk olahan pangan yang memanfaatkan bahan-bahan lokal yang melimpah, salah satunya jambu mete dan kaang. Jambu mete sendiri, selain dikenal sebagai camilan, memiliki banyak manfaat kesehatan, begitu juga kaang yang bisa diolah menjadi berbagai produk inovatif," ujar Ibu Agustina.

Olahan jambu mete yang diproduksi oleh Agustina tidak hanya berupa kacang mete goreng, tetapi juga varian lain seperti keripik jambu mete yang digoreng renyah dengan bumbu pilihan, serta camilan manis yang menggunakan sirup jambu mete sebagai bahan utama. Sedangkan, olahan kaang (biji mangga) diolah menjadi tepung kacang yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan roti, kue, atau makanan sehat lainnya.

Ibu Agustina menjelaskan bahwa pengolahan jambu mete dan kacang tidak hanya memberikan peluang ekonomi yang menjanjikan bagi para petani lokal, tetapi juga membuka peluang untuk memperkenalkan cita rasa khas daerah Kendari ke pasar yang lebih luas. "Melalui produk-produk seperti keripik jambu mete dan tepung kacang, kami ingin mengangkat potensi pangan lokal yang kaya akan nutrisi. Tidak hanya enak, produk kami juga memiliki manfaat kesehatan yang sangat baik untuk tubuh, seperti kandungan antioksidan dalam jambu mete dan kandungan serat yang tinggi dalam kaang," tambahnya.

Ibu Agustina juga mengungkapkan bahwa selama mengikuti berbagai pelatihan dan pembinaan UMKM, ia terus berinovasi dalam menciptakan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga menarik di pasar. "Kami selalu berusaha memberikan nilai lebih pada produk kami, baik dari segi rasa, kemasan, maupun manfaat kesehatannya. Kami juga membuka kesempatan untuk para konsumen untuk menikmati camilan sehat yang berbeda dari yang lain," ujarnya.

Meskipun sukses mengembangkan produk olahan berbahan dasar jambu mete dan kacang, Ibu Agustina mengungkapkan bahwa perjalanan sebagai pelaku UMKM tidak selalu mudah. "Tantangan terbesar adalah bagaimana memastikan produk tetap terjaga kualitasnya dan bisa diterima oleh pasar. Selain itu, akses pemasaran dan pendanaan juga menjadi kendala yang sering kami hadapi. Namun, kami terus berusaha untuk berkembang dan memperkenalkan produk lokal kami ke pasar yang lebih luas," tuturnya.

Di tengah tantangan tersebut, Ibu Agustina berharap acara seperti Pabbalu UMKM dapat menjadi wadah untuk saling berbagi pengetahuan dan memperkenalkan produk-produk unggulan UMKM Kota Kendari ke masyarakat yang lebih luas. "Kami ingin UMKM di Kendari semakin berkembang, dan semoga produk-produk lokal seperti olahan jambu mete dan kacang ini dapat menarik minat konsumen lebih banyak, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke pasar internasional," harapnya.

Ravina, yang kini dikenal dengan produk olahan jambu mete dan kacang, telah menjadi salah satu contoh keberhasilan UMKM di Kota Kendari yang mampu memanfaatkan potensi lokal dengan inovasi dan kreativitas tinggi. Dengan harapan terus berkembang, Ibu Agustina dan tim Ravina berkomitmen untuk terus berinovasi, menjaga kualitas, dan mendukung perekonomian lokal melalui produk-produk yang berbasis bahan pangan khas daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....