Lima Cara agar Tidak Bangkrut setelah Lebaran

  • 17 Mar 2026 11:57 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Euforia Idul Fitri sering kali membuat kita terlena. Antara jamuan makan yang melimpah, bagi-bagi amplop THR, hingga biaya mudik yang tak terduga, tanpa sadar saldo tabungan terkuras habis. Fenomena "kanker" alias kantong kering pasca-Lebaran pun seolah menjadi tradisi tahunan yang menghantui masyarakat urban.

Berdasarkan data riset perilaku konsumen yang dirilis oleh Financial Planning Association Indonesia (FPAI), rata-rata pengeluaran rumah tangga saat Lebaran bisa melonjak hingga 150-200% dibanding bulan biasa.

Agar Anda tidak perlu menjalani sisa bulan dengan "puasa kedua" karena uang habis, berikut adalah 5 cara cerdik mengelola keuangan pasca-hari raya yang dirangkum dari berbagai sumber ahli keuangan:

1. Audit Ulang Sisa Dana Segera

Langkah pertama yang paling krusial adalah menghadapi kenyataan. Menurut Rina Sartika, Perencana Keuangan Independen, banyak orang gagal karena takut membuka aplikasi m-banking setelah liburan.

  • Catat sisa uang tunai dan saldo di rekening.
  • Pisahkan segera dana untuk kebutuhan pokok (listrik, cicilan, transportasi) hingga gaji bulan berikutnya cair.

2. Prioritaskan Skala "Kebutuhan", Bukan "Keinginan"

Godaan diskon pasca-Lebaran biasanya masih bertebaran di e-commerce. Namun, sekarang saatnya bersikap tegas.

  • Tunda pembelian barang elektronik atau lifestyle tambahan.
  • Fokuslah hanya pada pengeluaran operasional harian yang benar-benar mendesak.

3. Masak di Rumah: Ritual 'Detoks' Dompet dan Tubuh

Setelah satu minggu penuh makan opor, rendang, dan kue kering, ini adalah waktu yang tepat untuk kembali ke dapur sendiri.

"Memasak sendiri bukan hanya soal kesehatan untuk menetralisir kolesterol, tapi juga cara tercepat memangkas anggaran makan luar yang biasanya membengkak selama liburan," tulis laporan Gaya Hidup Sehat & Hemat dari Kemenkes.

4. Manfaatkan Sisa Stok Sembako

Biasanya, stok dapur sebelum Lebaran cenderung berlebih. Sebelum pergi belanja bulanan lagi, cek lemari es dan rak makanan Anda. Manfaatkan bahan yang ada untuk diolah menjadi menu harian. Kreativitas di dapur adalah kunci penghematan di minggu pertama setelah mudik.

5. Hindari Penggunaan Kartu Kredit atau Paylater

Kesalahan terbesar banyak orang adalah menutupi kekurangan uang tunai dengan berutang di akhir liburan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berulang kali mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak siklus utang konsumtif pasca-hari raya.

  • Gunakan kartu debit atau uang tunai agar Anda merasakan kendali penuh atas pengeluaran.
  • Mengandalkan paylater hanya akan memindahkan masalah keuangan bulan ini ke bulan depan dengan beban bunga tambahan.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....