THR Cair Bijaksanalah Mengelolanya

  • 10 Mar 2026 12:56 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan hak pekerja di Indonesia yang diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, biasanya diberikan setara dengan satu bulan gaji untuk merayakan hari raya keagamaan. THR bukan hanya bonus tahunan, melainkan bentuk apresiasi atas kerja keras sepanjang tahun. Namun, tanpa pengelolaan yang bijaksana, THR yang seharusnya menjadi penyelamat finansial justru bisa berubah menjadi sumber masalah. Di

tengah inflasi dan biaya hidup yang terus naik, mengelola THR dengan cerdas menjadi krusial untuk menjaga kestabilan keuangan jangka panjang.

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Enam Enam Kendari Bidang Finance & Banking Management, Dr. David C.E. Lisapaly, SE., MM., CPMM, QME kepada RRI Kendari , mengatakan terdapat beberapa hal mengapa penting yang harus dipahami untuk mengelola THR dengan bijaksana:

1. Pengelolaan THR yang bijaksana mencegah jebakan pengeluaran impulsif. Banyak orang tergoda untuk membelanjakan THR secara berlebihan pada barang-barang non-esensial seperti gadget baru, liburan mewah atau pesta besar-besaran. Akibatnya, dana tersebut habis dalam hitungan hari, meninggalkan kekosongan anggaran bulanan. Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekitar 60% pekerja di Indonesia menghabiskan THR untuk kebutuhan konsumtif, yang sering kali menyebabkan utang kartu kredit atau pinjaman online. Dengan merencanakan pengeluaran, seperti menyisihkan 50% untuk kebutuhan pokok (makan/minum, transportasi dan tagihan), 30% untuk tabungan atau investasi, dan 20% untuk hiburan, kita bisa menghindari siklus hutang dan membangun kebiasaan finansial yang sehat.

2. THR yang dikelola dengan baik mendukung tujuan keuangan jangka panjang, seperti persiapan pensiun atau pendidikan anak. Di era ketidakpastian ekonomi, seperti pengalaman pasca-pandemi COVID-19, memiliki cadangan dana darurat menjadi semakin penting. Bayangkan jika THR dialokasikan untuk membeli emas atau menyimpan dalam bentuk deposito, ini bisa menghasilkan pertumbuhan aset secara bertahap. Selain itu, pengelolaan bijaksana juga melindungi dari risiko inflasi, di mana nilai uang menurun seiring waktu. Misalnya, dengan memilih instrumen investasi sederhana seperti reksa dana pasar uang maka THR bisa berkembang hingga 5-7% per tahun, jauh lebih baik daripada disimpan di bawah bantal. Bagi keluarga dengan tanggungan, ini berarti masa depan yang lebih aman, bukan hanya bertahan hidup dari gaji bulanan.

3. Ketiga, aspek psikologis dan sosial tidak boleh diabaikan. THR sering kali datang dengan tekanan sosial, seperti memberi angpao atau membeli hadiah untuk kerabat. Tanpa pemikiran yang bijaksana, ini bisa menimbulkan stres finansial dan konflik keluarga. Mengelola THR dengan prioritas yang jelas, misalnya, membuat daftar pengeluaran terlebih dahulu akan membantu menjaga keseimbangan antara kewajiban sosial dan kesehatan pribadi. Pada akhirnya, kebijaksanaan dalam mengelola THR mencerminkan kedewasaan finansial yang selaras dengan nilai-nilai seperti hemat dan bertanggung jawab dalam ajaran agama atau etika kerja. Dengan demikian, THR bukan hanya pemberian sementara, melainkan fondasi untuk kesejahteraan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, mengelola THR dengan bijaksana adalah investasi pada diri sendiri dan keluarga. Ini bukan sekadar soal uang, tapi tentang membangun kebiasaan yang mencegah kemiskinan struktural dan memastikan hari raya tak hanya meriah tapi juga berkah jangka panjang. Mulailah dengan anggaran sederhana dan konsultasikan dengan perencana keuangan jika perlu. Langkah kecil ini bisa mengubah nasib finansial Anda.

Rekomendasi Berita