GenBI STIE 66 Kendari Suarakan Hindari Panic Buying
- 28 Feb 2026 12:19 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Memasuki bulan suci Ramadhan, aktivitas belanja masyarakat cenderung meningkat. Kebutuhan bahan pokok, makanan siap saji, hingga produk konsumsi harian mengalami lonjakan permintaan. Antusiasme aktifitas berbelanja masyarakat dapat memicu panic buying jika tidak dilakukan secara bijaksana . Panic buying adalah perilaku belanja berlebihan yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga.
Pengurus Generasi Baru Indonesia (GenBI) STIE 66 Kendari angkat suara terkait fenomena panic buying yang kerap terjadi saat muncul isu kenaikan harga atau kelangkaan bahan pokok. Mereka menilai, anak muda memiliki peran penting dalam mencegah dampak negatif dari perilaku belanja berlebihan tersebut.
"Panic buying bukan hanya soal membeli dalam jumlah besar, tetapi juga berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi dan sosial. Ketika masyarakat, khususnya anak muda, ikut panik dan membeli di luar kebutuhan, hal itu bisa memicu kelangkaan semu dan kenaikan harga," kata Akbar Hidayat saat hadi di RRI Pro 2 Kendari sebagai Narasumber program acara Selamat Pagi Teman Pro 2 (SPADA) , Kamis, 12 Februari 2026.
Lika Ayu Supartiningsih, pengurus GenBI STIE 66 saat hadir sebagai Narasumber diacara tersebut juga menambahkan, sebagai komunitas binaan Bank Indonesia di lingkungan STIE 66 Kendari, GenBI menekankan pentingnya literasi ekonomi dan literasi digital di kalangan generasi muda. Informasi yang beredar di media sosial sering kali belum terverifikasi, namun cepat memicu kekhawatiran. Karena itu, anak muda diharapkan lebih kritis dalam menyaring informasi sebelum bertindak.
“Anak muda harus menjadi contoh dalam bersikap tenang, cerdas, dan bertanggung jawab. Belanja secukupnya agar tidak terjadi panic buying adalah langkah sederhana yang berdampak besar bagi masyarakat," ujar Lika Ayu Supartiningsih.
GenBI STIE 66 Kendari mengajak seluruh anak muda untuk menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Dengan pemahaman yang baik tentang dampak panic buying, generasi muda diharapkan mampu menenangkan situasi, bukan justru memperkeruh keadaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....