Kenaikan Harga Emas Akhir Februari Picu Pembeli FOMO

  • 23 Feb 2026 20:26 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kenaikan harga emas pada akhir Februari 2026 memicu lonjakan minat beli di kalangan investor ritel. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari isu geopolitik hingga kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter dunia. Kondisi tersebut mendorong emas kembali dipandang sebagai aset lindung nilai yang relatif aman.

Sentimen positif terhadap emas turut diperkuat oleh dinamika psikologis pasar. Kajian yang dimuat dalam Journal of Behavioral Finance menjelaskan bahwa kenaikan harga aset safe haven sering memicu perilaku fear of missing out (FOMO), di mana investor terdorong membeli karena takut kehilangan peluang, bukan berdasarkan analisis fundamental yang matang.

Fenomena FOMO ini terlihat dari meningkatnya transaksi emas, terutama dari investor pemula dan pembeli ritel. Akses pembelian emas yang semakin mudah melalui platform digital serta maraknya konten investasi di media sosial mempercepat keputusan beli. Banyak pembeli masuk pasar saat harga sudah tinggi dengan harapan tren kenaikan akan berlanjut.

Pengamat pasar mengingatkan bahwa meski emas berfungsi sebagai aset lindung nilai, keputusan investasi tetap perlu disertai perencanaan yang rasional. Emas sebaiknya digunakan sebagai instrumen diversifikasi portofolio, bukan semata mengikuti euforia pasar. Tanpa strategi yang jelas, pembelian berbasis FOMO justru berisiko menimbulkan kerugian ketika harga mengalami koreksi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....