Sejarah Hari Oeang Republik Indonesia

  • 30 Okt 2025 21:01 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Setiap tanggal 30 Oktober, Indonesia memperingati Hari Oeang Republik Indonesia (ORI). Momen ini menjadi pengingat sejarah penting pasca-kemerdekaan, ketika pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya mengeluarkan mata uang sendiri sebagai simbol kedaulatan ekonomi dan politik. ORI bukan sekadar alat transaksi, tetapi juga lambang perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari pengaruh kolonial.

Menurut Dr. Siti Rahmawati, M.Hum., sejarawan dari Universitas Gadjah Mada, “Penerbitan ORI pada 30 Oktober 1946 menandai babak baru kemandirian ekonomi bangsa. Saat itu, pemerintah ingin lepas dari ketergantungan terhadap uang Jepang dan Belanda yang masih beredar di Indonesia.”

Pada masa itu, situasi ekonomi Indonesia masih kacau akibat perang dan inflasi tinggi. Pemerintah harus bergerak cepat agar mata uang nasional bisa diterima masyarakat luas. ORI diedarkan di berbagai wilayah secara bertahap, meski dengan banyak tantangan, seperti keterbatasan distribusi dan kepercayaan publik terhadap uang baru tersebut.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, menyampaikan, “Hari Oeang tidak hanya memperingati lahirnya mata uang nasional, tetapi juga menegaskan pentingnya stabilitas ekonomi dan kebijakan fiskal yang kuat dalam menjaga kedaulatan bangsa hingga hari ini.”

Peringatan Hari Oeang kini menjadi refleksi bagi generasi muda untuk menghargai perjuangan ekonomi para pendahulu. Lebih dari sekadar sejarah, Hari Oeang mengingatkan pentingnya menjaga nilai rupiah dan kemandirian finansial nasional di tengah tantangan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....