Harga Emas Turun Tajam, Apa Penyebabnya?
- 23 Okt 2025 17:17 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Harga emas yang selama ini dikenal stabil dan cenderung naik, kini justru mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini mengejutkan banyak investor maupun masyarakat yang menjadikan emas sebagai aset lindung nilai. Di sejumlah toko emas dan platform investasi digital, harga jual emas batangan turun hingga puluhan ribu rupiah per gramnya dibandingkan minggu lalu.
Menurut Dr. Hendra Wijaya, Ekonom dari Universitas Padjadjaran, penurunan harga emas ini berkaitan erat dengan penguatan dolar AS dan kebijakan suku bunga yang masih tinggi. “Ketika suku bunga acuan bank sentral AS naik, investor cenderung beralih ke aset yang memberikan imbal hasil seperti obligasi, sehingga permintaan emas sebagai aset lindung nilai menurun,” jelasnya.
Selain penguatan dolar, faktor global seperti stabilnya harga minyak dunia dan mulai meredanya ketegangan geopolitik turut menekan harga emas. Para analis juga menilai bahwa aksi ambil untung (profit taking) dari investor besar menyebabkan harga emas terkoreksi lebih dalam. Tren ini biasanya bersifat sementara, tergantung pada arah kebijakan moneter dan kondisi ekonomi dunia.
Sementara itu, Ratna Dewi, pemilik toko emas di Jakarta, mengungkapkan bahwa penurunan harga emas memengaruhi perilaku konsumen. “Sekarang banyak pembeli justru memanfaatkan momen ini untuk menambah koleksi. Tapi sebagian investor masih menunggu karena khawatir harga bisa turun lagi,” ujarnya.
Penurunan harga emas menjadi pengingat bahwa komoditas ini pun tidak selalu stabil. Bagi masyarakat, momen ini bisa menjadi peluang untuk membeli emas di harga rendah, namun tetap dengan perencanaan jangka panjang. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan ekonomi global dan kebijakan suku bunga yang sangat memengaruhi fluktuasi harga emas ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....