Pemerintah Luncurkan 8 Kebijakan Stimulus Ekonomi Akhir 2025
- 15 Sep 2025 19:21 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Pemerintah Indonesia, melalui rapat kabinet yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan paket stimulus ekonomi baru yang terdiri dari 17 program. Paket ini dirancang untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat hingga akhir tahun. Dari 17 program tersebut, 8 di antaranya merupakan program akselerasi yang akan segera diimplementasikan.
Delapan program ini fokus pada berbagai sektor, mulai dari ketenagakerjaan, perlindungan sosial, hingga dukungan bagi sektor riil. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan paket ini sebagai upaya untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen di tahun 2025.
Berikut adalah rincian 8 program akselerasi yang akan dijalankan pemerintah:
Program Magang bagi Fresh Graduate: Stimulus ini menyasar lulusan perguruan tinggi (maksimal 1 tahun setelah lulus) dengan program magang berbayar. Program ini bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran dan memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru.
Perluasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP): Insentif ini diberikan kepada pekerja di sektor pariwisata dengan penghasilan di bawah Rp10 juta. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli pekerja dan membantu pemulihan sektor pariwisata.
Bantuan Pangan Beras: Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kg beras kepada 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk periode Oktober hingga November 2025.
Baca juga: Harga BBM Bersubsidi dan Elpigi Tidak NaikDiskon Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM): Program ini memberikan diskon iuran sebesar 50% bagi pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) di sektor transportasi, termasuk ojek online, ojek pangkalan, sopir, kurir, dan logistik, selama enam bulan.
Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan BPJS Ketenagakerjaan: Stimulus ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk membantu pekerja memiliki hunian layak.
Program Padat Karya Tunai: Melalui proyek di Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum, program ini bertujuan menciptakan lapangan kerja sementara bagi masyarakat lokal.
Percepatan Deregulasi Implementasi PP 28/2025: Kebijakan ini berfokus pada penyederhanaan birokrasi dan perizinan, termasuk integrasi sistem antar-kementerian dan lembaga dengan sistem Online Single Submission (OSS).
Program Perkotaan (Pilot Project DKI Jakarta): Inisiatif ini mencakup peningkatan kualitas permukiman dan penyediaan fasilitas bagi pekerja informal (gig economy), dengan DKI Jakarta sebagai proyek percontohan.
- Pemerintah optimistis bahwa paket stimulus ini, dengan total anggaran mencapai Rp16,23 triliun, akan memberikan efek signifikan terhadap perekonomian.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin bahwa paket stimulus ini tidak akan menyebabkan pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menyebutkan bahwa program ini didanai melalui peningkatan penerimaan pajak seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik.
- Selain 8 program akselerasi, paket stimulus ini juga mencakup 4 program yang akan dilanjutkan hingga 2026 dan 5 program penyerapan tenaga kerja jangka panjang yang menargetkan pembukaan jutaan lapangan kerja baru. Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mengatasi tantangan ekonomi saat ini, tetapi juga membangun fondasi pertumbuhan yang lebih kuat di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....