OJK dan Pemkab Bombana Luncurkan Program Berani Menabung

  • 25 Agt 2025 19:10 WIB
  •  Kendari

KBRN, Bombana: Untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar Puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK) dan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2025.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran program “Berani Menabung melalui Program Kejar Emas”, bagian dari program TPAKD Bombana “Satu Rekening, Satu Pelajar, Generasi Bombana Cerdas.”

Acara yang berlangsung di Bombana ini diikuti sekitar 350 peserta dari berbagai tingkatan sekolah, mulai SD, SMP, hingga SMA, serta kepala sekolah dan guru.

Dengan tema “Cerdas Menabung untuk Indonesia Emas dan Gemilang (CEMERLANG)”, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman pengelolaan keuangan sejak dini.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk kebiasaan menabung sejak usia muda.

“Kami ingin membiasakan anak-anak untuk menunda konsumsi, merencanakan masa depan, dan memiliki bantalan keuangan untuk pendidikan serta wirausaha. Tahun ini, kami menargetkan seluruh pelajar Bombana memiliki rekening tabungan. Harapan saya, Bombana bisa masuk tiga besar kabupaten paling cerdas keuangan di Sultra,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, perbankan di Bombana membuka 8.169 rekening tabungan pelajar dengan total nominal sebesar Rp106.491.100.

Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya menabung di kalangan generasi muda serta meningkatkan inklusi keuangan masyarakat.

Kegiatan ini juga merupakan implementasi Perpres No. 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029, di mana inklusi keuangan menjadi salah satu indikator utama dengan target 91% pada 2025 dan 93% pada 2029.

Sementara itu, Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi titik awal perubahan budaya keuangan di masyarakat.

“Saya berharap seluruh pelajar di Bombana memiliki rekening tabungan tahun ini. Budaya menabung juga perlu diperluas, bukan hanya untuk pelajar, tapi juga mahasiswa, pelaku UMKM, petani, hingga ibu rumah tangga,” ungkapnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....