Gaji Besar Tapi Tidak Punya Tabungan? Ini Penyebabnya
- 21 Jul 2025 12:31 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Banyak orang beranggapan bahwa gaji besar otomatis menjamin kestabilan keuangan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.
Tidak sedikit pekerja dengan penghasilan tinggi justru tidak memiliki tabungan sama sekali. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: mengapa gaji besar tak selalu sejalan dengan kondisi finansial yang sehat?
Salah satu penyebab utama dari kondisi ini adalah gaya hidup konsumtif yang meningkat seiring dengan naiknya pendapatan. Ketika penghasilan bertambah, pengeluaran pun ikut naik untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup seperti liburan mewah, gadget terbaru, hingga makan di restoran mahal.
Tanpa disadari, semua ini menyedot sebagian besar gaji yang seharusnya bisa disisihkan untuk ditabung.
Menurut Rista Maharani, CFP, seorang perencana keuangan bersertifikat, banyak orang terjebak dalam yang disebut lifestyle inflation.
“Gaji naik, tapi pengeluaran naik lebih cepat. Akhirnya bukan hanya tidak menabung, tapi juga bisa terlilit utang karena merasa mampu membeli apa pun,” ujar Rista dalam seminar literasi keuangan yang digelar oleh OJK pada Mei lalu.
Selain gaya hidup, rendahnya literasi keuangan juga menjadi faktor penting. Banyak profesional muda yang tidak memiliki anggaran bulanan, tidak mencatat pengeluaran, dan tidak tahu cara mengelola dana darurat atau investasi.
Padahal, tanpa perencanaan yang matang, sebesar apa pun gaji yang diterima akan habis tak bersisa.
Dr. Arman Sihombing, psikolog yang meneliti perilaku finansial, menjelaskan bahwa masalah ini sering kali bersumber dari pola pikir.
“Banyak orang merasa perlu ‘merayakan’ keberhasilan mereka dengan konsumsi. Mereka melihat gaji besar sebagai alat untuk menunjukkan status sosial, bukan untuk membangun masa depan,” jelas Arman kepada media Tempo dalam wawancara eksklusif bulan Juni.
Agar kondisi ini tidak berlarut-larut, penting bagi setiap individu untuk belajar mengelola keuangan secara bijak. Mulai dari membuat anggaran, menyisihkan tabungan sejak awal menerima gaji, hingga menahan diri dari pengeluaran impulsif.
Karena sejatinya, kekayaan bukan hanya soal seberapa besar penghasilan, tapi seberapa cerdas seseorang mengelolanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....