Pentingnya Sosialisasi Ekonomi Digital untuk Anak Muda
- 15 Jul 2025 20:59 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Transformasi digital yang semakin masif telah mengubah wajah perekonomian global, termasuk di Indonesia. Anak muda sebagai generasi digital native memiliki peluang besar untuk menjadi pelaku utama dalam ekonomi digital.
Namun, tanpa pemahaman dan literasi digital yang memadai, potensi tersebut bisa gagal dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, sosialisasi ekonomi digital menjadi sangat penting agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen di era digital ini.
Meski generasi muda akrab dengan teknologi, tidak semua memiliki pemahaman mendalam tentang konsep ekonomi digital seperti e-commerce, fintech, digital marketing, hingga keamanan siber.
Kurangnya sosialisasi yang terarah seringkali membuat mereka terjebak dalam aktivitas digital yang konsumtif, alih-alih produktif. Selain itu, masih banyak pelajar dan mahasiswa yang belum menyadari peluang karier dan bisnis di bidang ini.
Menurut Dedy Permadi, Staf Khusus Menteri Kominfo RI dan pengamat transformasi digital, anak muda memegang peran strategis dalam ekonomi digital nasional.
“Ekonomi digital adalah masa depan Indonesia. Anak muda harus diberikan pemahaman sejak dini agar bisa menjadi inovator, bukan sekadar pengguna teknologi,” ujar Dedy saat menjadi pembicara dalam seminar Digital Economy Youth Forum, Mei lalu.
Berbagai institusi pendidikan, komunitas digital, dan pemerintah daerah mulai menggencarkan program literasi digital untuk anak muda, seperti pelatihan UMKM digital, coding bootcamp, dan pengenalan bisnis berbasis teknologi.
Meski inisiatif ini mulai berkembang, tantangan besar tetap ada pada pemerataan akses, terutama di daerah-daerah terpencil yang masih minim fasilitas teknologi dan jaringan internet.
Fika Aulia, Co-founder Digital Youth Academy, mengatakan bahwa pendekatan edukasi harus disesuaikan dengan gaya belajar anak muda saat ini.
“Kami melihat bahwa program yang berbasis praktik langsung dan kolaboratif lebih efektif membangun minat serta keterampilan digital generasi muda,” kata Fika dalam diskusi daring bertajuk ‘Masa Depan Pemuda di Era Digital’.
Mendorong anak muda untuk memahami dan berperan dalam ekonomi digital bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga semua pihak: orang tua, pendidik, dan sektor swasta.
Dengan sosialisasi yang tepat dan berkelanjutan, anak muda Indonesia dapat menjadi pionir dalam membangun ekonomi digital yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....