Mengapa Masih Saja Terjebak Pinjol Ilegal?

  • 28 Jun 2025 16:46 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Meski berbagai kampanye edukasi tentang bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal telah gencar dilakukan, kasus masyarakat yang terjebak pinjol masih terus terjadi. Fenomena ini menunjukkan bahwa masalahnya tidak sesederhana soal informasi semata, tetapi juga menyangkut tekanan ekonomi, akses keuangan yang terbatas, dan kecenderungan mengambil jalan pintas dalam kondisi terdesak.

Banyak orang tergoda pinjol karena menawarkan kemudahan tanpa agunan, proses instan, serta tidak melalui prosedur rumit seperti bank. Ketika kebutuhan mendesak—misalnya untuk biaya kesehatan, pendidikan, atau kebutuhan harian—muncul, masyarakat cenderung tidak berpikir panjang. Tanpa disadari, mereka masuk dalam sistem bunga berbunga yang mencekik, ditambah intimidasi penagihan yang melanggar etika.

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, penyebab utama masyarakat terjebak pinjol adalah ketimpangan literasi keuangan dan keterbatasan akses ke lembaga keuangan formal. “Banyak warga tidak memiliki rekening bank, apalagi akses ke kredit formal. Akhirnya pinjol menjadi pilihan instan. Masalahnya, yang mereka temui sering kali justru pinjol ilegal,” jelas Tauhid dalam sebuah diskusi daring pada awal tahun ini.

Sementara itu, pakar psikologi ekonomi Universitas Airlangga, Nurul Ilmi Idris, menambahkan bahwa faktor psikologis ikut berperan. “Dalam kondisi stres dan terdesak, kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan rasional menurun. Di situlah rayuan pinjol terasa seperti ‘penyelamat’. Padahal, mereka masuk ke perangkap utang jangka panjang,” ujar Nurul.

Mengatasi jeratan pinjol tidak cukup hanya dengan penindakan hukum, tetapi juga membutuhkan pendekatan literasi keuangan yang lebih membumi, inklusi keuangan yang merata, dan penguatan daya tahan psikologis masyarakat. Masyarakat juga perlu diberi akses terhadap alternatif pembiayaan legal yang mudah dan adil. Karena ketika kebutuhan mendesak datang, keputusan yang diambil dalam hitungan menit bisa berdampak seumur hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....