Kenapa Tagihan Pinjol Terus Bertambah? Ini Penyebabnya

  • 28 Jun 2025 16:21 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Banyak pengguna pinjaman online (pinjol) mengeluhkan tagihan mereka yang terus membengkak, bahkan melebihi jumlah pinjaman pokok. Tak jarang, utang yang awalnya hanya ratusan ribu rupiah bisa melonjak hingga jutaan dalam hitungan minggu. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan masalah keuangan, tetapi juga berdampak pada tekanan mental dan sosial para peminjam.

Menurut pakar literasi keuangan OJK, Arief Dwi Nugroho, penyebab utama membengkaknya tagihan pinjol adalah bunga harian yang tinggi serta denda keterlambatan yang menumpuk. “Banyak masyarakat tidak membaca syarat dan ketentuan secara detail. Padahal, beberapa pinjol ilegal mengenakan bunga harian hingga 2–4 persen dan denda yang terus bertambah setiap hari,” ujarnya.

Gaya hidup konsumtif serta minimnya edukasi tentang keuangan pribadi turut memperburuk situasi. Banyak orang tergoda kemudahan proses pinjaman tanpa memahami tanggung jawab finansialnya. Beberapa bahkan menggunakan pinjol untuk kebutuhan sekunder seperti belanja online atau gaya hidup, bukan kebutuhan mendesak.

Nurul (29), ibu rumah tangga asal Bekasi, menjadi salah satu korban pinjol. “Awalnya saya pinjam Rp800 ribu, tapi dalam tiga minggu tagihannya sudah hampir Rp3 juta. Saya terus diteror, bahkan sampai keluarga saya dihubungi,” keluhnya. Nurul mengaku pinjaman itu digunakan untuk biaya sekolah anak, namun tidak menyangka bunganya setinggi itu.

Penting bagi masyarakat untuk memahami risiko pinjaman online, terutama dari platform yang belum terdaftar di OJK. Pemerintah dan lembaga terkait juga diharapkan lebih gencar memberikan edukasi agar masyarakat tak terjerat utang digital. Bijak dalam berutang dan selalu membaca syarat dengan teliti adalah langkah awal untuk melindungi diri dari jeratan pinjol.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....