OJK Dorong Strategi Akses Keuangan Inklusif TPAKD Bombana
- 26 Jun 2025 17:09 WIB
- Kendari
KBRN, Bombana: Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar Rapat Evaluasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Kantor Bupati Bombana.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si ini dihadiri oleh Manajer Madya PEPK dan LMSt OJK Sultra, Deputi Bursa Efek Sultra, para pimpinan OPD, serta pelaku industri jasa keuangan.
Dalam pembukaan rapat, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan evaluasi ini sebagai bagian dari upaya penguatan akses keuangan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa program-program TPAKD harus terus berlanjut dan ditingkatkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok desa.
“Salah satu program unggulan kita adalah PASTI, yakni Pandai Sikapi dan Lawan Rentenir. Ini bentuk nyata subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pelaku UMKM di Bombana. Program ini akan kita kolaborasikan dengan visi strategis daerah yaitu satu produk satu desa,” jelas Burhanuddin
Tak hanya itu, Pemkab Bombana juga menargetkan perluasan program KEJAR EMAS (Satu Rekening Satu Pelajar).
Bupati memberikan mandat kepada Dinas Pendidikan untuk segera mendata seluruh siswa dari tingkat SD hingga SMA/SMK yang belum memiliki rekening pelajar.
“Dari sekitar 30 ribu pelajar, kita targetkan 80 persen bisa punya rekening sendiri. Ini penting agar anak-anak kita melek keuangan sejak dini dan terbiasa menabung,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Manajer Madya PEPK dan LMSt OJK Sultra, Desiyani Patra Rapang, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan capaian program TPAKD Bombana yang dinilai aktif dan berdampak langsung pada masyarakat.
“TPAKD Bombana termasuk yang paling aktif di Sultra. Program-program seperti PASTI dan KEJAR EMAS ini membuktikan bahwa perluasan akses keuangan bisa diarahkan untuk membangun kesejahteraan dari bawah,” ujar Desiyani.
Ia juga menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bombana pada Triwulan I 2025 mencapai 7,28 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 4,87 persen dan Sultra 5,66 persen.
“Ini menunjukkan daya tahan ekonomi Bombana yang kuat meski dalam tekanan global,” katanya.
Dari sisi pembiayaan, Desiyani mengungkapkan bahwa penyaluran kredit perbankan di Bombana juga tumbuh positif.
Per April 2025, total kredit mencapai Rp520 miliar, tumbuh 2,79 persen secara tahunan, dengan dominasi kredit konsumtif sebesar 91,87 persen.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh OJK terhadap perluasan program PASTI yang akan menggandeng lebih banyak bank umum dan BPR.
Hal ini diharapkan dapat memperluas pilihan akses kredit bagi pelaku usaha kecil di Bombana.
“Kita juga akan mendukung pelaksanaan pembukaan rekening pelajar secara serempak yang akan dirangkaikan dengan peringatan Hari Indonesia Menabung pada Agustus 2025. Ini momen penting untuk edukasi keuangan anak-anak kita,” lanjutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....