OJK Sultra Gencarkan Edukasi Keuangan di Kepulauan Buton

  • 29 Mei 2025 18:39 WIB
  •  Kendari

KBRN, Buton: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara menggencarkan literasi dan inklusi keuangan di wilayah kepulauan Buton melalui program GENCARKAN atau Gerakan Nasional Cerdas Keuangan yang berlangsung selama empat hari berturut-turut, 20–22 Mei 2025.

Kegiatan edukasi keuangan ini menyasar empat wilayah, yakni Desa Torombia (Buton Utara), Kelurahan Lowu-lowu (Baubau), Kecamatan Sampolawa (Buton Selatan), dan Desa Wasampela (Buton), dengan melibatkan 327 peserta dari beragam latar belakang seperti petani, nelayan, pelaku UMKM, pelajar, ibu rumah tangga, hingga ASN.

Kepala Subbagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Sultra, Desiyani Patra Rapang, menjelaskan bahwa GENCARKAN bertujuan untuk mendekatkan masyarakat pada produk dan layanan keuangan yang aman, legal, serta diawasi oleh OJK.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat mampu mengelola keuangan secara bijak, terhindar dari investasi bodong, judi online, hingga pinjaman ilegal," ujar Desiyani.

Tak hanya dari pihak OJK, kegiatan ini juga menghadirkan kolaborasi dari berbagai lembaga jasa keuangan (IJK) seperti Bank Pembangunan Daerah, Bank Umum Syariah, dan BPR. Masyarakat terlihat antusias saat berdiskusi soal produk tabungan SIMPEL, prosedur Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga sistem menabung dan mencicil emas di bank syariah.

Anggota DPRD Kota Baubau, Baniu, S.Sos, turut hadir dan menyampaikan apresiasi. Dan sangat mendukung kegiatan seperti ini.

”Warga Baubau kini tahu bahaya judi online dan bisa mengenali ciri-ciri investasi bodong. Harapan saya, peserta bisa jadi penyambung informasi ke masyarakat lainnya," ucapnya.

Sejalan dengan itu, para camat dan sekretaris camat di empat daerah juga menyampaikan terima kasih atas inisiatif OJK dan IJK. Mereka menilai program ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengelolaan keuangan yang sehat dan aman.

Dalam kesempatan tersebut, Desiyani juga memaparkan program TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) melalui Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PKMR). Skema ini diharapkan menjadi solusi pembiayaan murah, cepat, dan legal untuk masyarakat agar tidak lagi bergantung pada rentenir.

Kegiatan edukasi ini ditutup dengan pesan agar seluruh peserta dapat menjadi duta literasi keuangan, menyebarkan informasi yang didapat, dan bersama-sama membangun budaya keuangan yang bijak dan cerdas di lingkungan masing-masing.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....