Elastisitas Permintaan Dipengaruhi Persepsi Konsumen terhadap Jenis Barang

  • 17 Apr 2026 12:37 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Pemahaman mengenai perilaku konsumsi masyarakat menjadi hal penting dalam membaca dampak inflasi terhadap daya beli. Dalam dialog interaktif di RRI Kendari, Kamis,16 April 2026 bertema “Dinamika Inflasi Terhadap Daya Beli Masyarakat”, Guru Besar Ekonomi, Prof. Dr. Ernawati, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa elastisitas permintaan terhadap pendapatan sangat dipengaruhi oleh persepsi masyarakat terhadap suatu barang.

Menurut Ernawati, tidak semua kenaikan pendapatan akan berbanding lurus dengan peningkatan konsumsi pada semua jenis barang. Hal ini tergantung pada kategori barang tersebut, apakah termasuk barang mewah, kebutuhan pokok, atau barang inferior.

“Elastisitas terhadap pendapatan demand itu tergantung masyarakat menganggap bahwa barang itu mewah apa kebutuhan pokok atau barang imperior, ketika pendapatan naik malah ditinggalkan, kalau barang normal akan membeli tetapi lebih sedikit,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa barang inferior cenderung ditinggalkan ketika pendapatan masyarakat meningkat, karena konsumen beralih ke barang dengan kualitas yang lebih baik. Sementara itu, untuk barang normal, konsumsi tetap meningkat meskipun tidak signifikan. Adapun barang mewah akan mengalami peningkatan permintaan yang lebih tinggi seiring naiknya pendapatan.

Dalam konteks inflasi, pemahaman ini menjadi penting karena perubahan harga dapat memengaruhi pola konsumsi masyarakat secara berbeda, tergantung pada jenis barang yang dikonsumsi. Oleh karena itu, kebijakan ekonomi dan strategi pengendalian inflasi perlu mempertimbangkan karakteristik tersebut agar lebih tepat sasaran.

Dialog ini memberikan wawasan bahwa dinamika daya beli tidak hanya dipengaruhi oleh harga, tetapi juga oleh preferensi dan persepsi masyarakat terhadap nilai suatu barang.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....