Selama Maret 2026 Saham BNI Turun 11%

  • 31 Mar 2026 14:42 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Seluruh Big Bank's di Indonesia mencatatkan penurunan selama periode market Maret 2026. Saham Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) juga mencatatkan penurunan 11,63% hingga sesi 2 menjelang penutupan pasar akhir Maret 2026.

Selama Maret, saham BNI tertinggi menyentuh level Rp. 4.450 /lembar saham. Sempat mengalami pelemahan pada pekan pertama Maret yakni berada pada level Rp. 4.120 dan pembalikan terjadi pada pekan ketiga saat menyentuh level Rp. 4.390 namun tak bertahan lama usai net sell asing dan faktor domestik membawa saham BNI menyentuh level terendahnya periode Maret yakni Rp.3.780.

Bank Negara Indonesia (BNI) mengumumkan pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 13,03 triliun atau Rp 349,41/saham dijadwalkan pada 7 April 2026. Sedangkan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi telah lewat pada Selasa (17/3/2026) lalu. Saat itu, harga saham BBNI menguat 1,62% ke Rp 4.390. Dengan mengacu pada harga saham tersebut, maka yield dividen BBNI 7,9%. Tanggal recording date atau penentuan pihak yang berhak menerima dividen di 26 Maret 2026.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, keputusan pembagian dividen tersebut merupakan wujud komitmen perseroan untuk terus memberikan imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham, sekaligus menjaga kesehatan fundamental perusahaan melalui penguatan struktur permodalan. “Keputusan ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk memberi nilai tambah bagi para pemegang saham, sekaligus memastikan kinerja perusahaan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Okki dikutip dari Antara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....