Saham BCA Melorot 10 persen jelang Pembayaran Deviden

  • 30 Mar 2026 09:50 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Selama periode Maret 2026 hingga open market pada senin 30/03/2026 saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) turun 10,10 persen. Pada pekan terakhir bulan ini yang juga masih dalam moment idulfitri tercatat net sell investor asing sebesar Rp 2,07 triliun. Selain itu Faktor global juga masih pendorong melemahnya saham BCA.

Meski sedang alami penuruna harga saham, dari hasil RUPST yang telah berlangsung pertengahan Maret lalu BCA menetapkan penggunaan laba bersih dari kinerja keuangan tahun lalu sebagai dividen tunai senilai Rp336 per saham atau total Rp41,3 triliun. Nilai itu setara dengan 72 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan itu sudah termasuk dividen interim Rp55 per saham yang dibayarkan oleh BCA pada 22 Desember 2025.

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 pada Kamis 12 Maret 2026 menyebutkan bahwa sesuai hasil RUPST Cum dan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi yakni tanggal 27 dan 30 Maret 2026. Selanjutnya

Cum dan ex dividen di pasar tunai yakni 31 Maret dan 1 April 2026. Lalu record date pada 31 Maret 2026 dan pembayaran tanggal 8 April 2026.

Sebagai catatan, harga saham bank swasta terbesar di Indonesia ini telah merosot 19,63 persen sejak awal tahun 2026 bahkan anjlok 24,12 persen dalam satu tahun terakhir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....