Perdana, PT Vale Kolaka Catat Penjualan Bijih Nikel
- 02 Mar 2026 07:21 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kolaka — Perusahaan nikel berkelanjutan PT Vale Indonesia mencatatkan penjualan perdana bijih nikel dari Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Minggu, 1 Maret 2026.
Capaian ini menandai fase penting dalam transisi proyek dari tahap konstruksi menuju fase operasional yang mulai menghasilkan pendapatan bagi perseroan.
Penjualan perdana tersebut merupakan langkah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis, khususnya sebagai komponen baterai kendaraan listrik.
IGP Pomalaa menjadi bagian dari agenda hilirisasi nasional dengan nilai investasi terintegrasi mencapai sekitar Rp74,44 triliun.
Penjualan ini dimungkinkan melalui aktivasi area oresell di Pit PB5 dan Pit PB1 yang dirancang untuk menjaga stabilitas produksi material.
Director and Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, menyatakan bahwa langkah ini strategis untuk menjaga ritme distribusi material berjalan optimal.
“Kami memastikan pencapaian target IGP Pomalaa tetap sejalan dengan prinsip operasional yang unggul dan praktik pertambangan berkelanjutan," ujar Muhammad Asril.
Memasuki Maret 2026, proyek ini menargetkan produksi sebesar 300.000 ton limonit per bulan guna menjamin keberlanjutan suplai menuju fasilitas pengolahan.
Hingga Januari 2026, progres konstruksi keseluruhan telah mencapai 65,76 persen, yang menunjukkan eksekusi pembangunan infrastruktur berjalan sesuai jadwal.
Pembangunan jalan angkut utama atau Main Haul Road terus dipercepat untuk meningkatkan produktivitas distribusi dari area tambang menuju pelabuhan.