Inovasi UMKM Yang Bernilai Seni Dan Ekonomi

  • 30 Jun 2025 18:31 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari : Siapa sangka sisa-sisa kain tenun yang biasanya dibuang, kini bisa diubah menjadi karya seni bernilai tinggi dan memiliki daya jual? Itulah yang dilakukan oleh Andriani Sultan (38), pelaku UMKM asal kota kendari, Sulawesi Tenggara. Dengan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan, ia mengubah kain perca tenun menjadi produk-produk istimewa yang diminati pasar lokal.

Berawal dari hobi dan kreativitas melihat sisa tenun yang tidak digunakan lagi dari para penjahit disekitarnya , Andriani berpikir untuk mengolah sisa kain perca tersebut itu menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ia mulai bereksperimen membuat bros, dompet kecil, hingga totebag dari potongan-potongan kain tenun tersebut.

“Banyak yang menganggap kain perca itu tidak berguna. Padahal kalau kita olah dengan ide kreatif, hasilnya bisa luar biasa,” ujar Andriani saat berdialog di studio RRI pro 4 Kendari.

Produk-produk buatan Andriani kini dikenal unik karena tidak ada sama nya dengan produk lain yang dia buat alias model limited edition karena costum permintaan dari masing masing konsumen beda beda akan tetapi tetap menonjolkan keindahan motif tradisional khas Sultra namun dikemas dalam bentuk modern dan multifungsi.

Usahanya tak hanya mendatangkan manfaat ekonomi, tapi juga berdampak positif bagi pelestarian budaya dan pengurangan limbah tekstil. Melalui beragam custom pesanan dari para konsumen, Andriani rutin mengupgrade model aksesoris yang dia buat dari kain perca tenun kepada para konsumennya.

Kini, produk dari Raisya Craft dan Andrisultan modiste telah dipasarkan secara online di berbagai platform sosial media dan market online serta tampil di berbagai pameran kerajinan daerah maupun pameran UMKM yang ada di kota Kendari bahkan Beberapa desainnya telah dipesan oleh pelanggan tetap dari berbagai kantor daerah yang ada di kota Kendari.

“Saya ingin membuktikan bahwa karya besar bisa lahir dari sisa-sisa kecil. Ini bukan sekadar kerajinan, tapi juga cara mencintai budaya dan lingkungan,” kata Andriani dengan bangga di sela sela dialog bersama pro 4 Kendari yang di pandu oleh wulandasary di studio terintegrasi RRI pro 4 Kendari.

Cerita inspiratif dari Andriani menjadi inspirasi bahwa kreativitas dan keberanian untuk berpikir berbeda bisa mengubah limbah menjadi sumber daya berharga dan membanggakan yang tentunya menghasilkan nilai jual ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....